oleh

Pemerintah Menjadi Sales Pihak Bank Mengambil Paksa Uang Rakyat Dari Setiap Pembelian Kartu Tol Emoney

 

RadarKotaNews – Masalah teknologi yang saat ini lagi tren adalah teknologi gerbang tol saat pembayaran yaitu kartu tol emoney dimana rakyat dipaksa untuk membeli kartu serta dipaksa untuk menggunakan elektronik money.

Demikian dikatakan Sekjen Aspek Indonesia, Sabda Pranawa Dajti, SH. saat konferensi pers yang di gelar di LBH Jakarta Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta, Kamis (05/10). Terkait dengan adanya ancaman PHK massal di berbagai industri dan Hari Kerja Layak Internasional yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2017.

Sabda menilai, untung yang di raup oleh bank dari setiap pembelian satu kartu harus membayar 20 ribu untuk beli kartu diluar saldo. Berapa juta bahkan milyar trilyun yang diterima oleh pihak bank.

“Yang jadi miris lagi kenapa pemerintah justru yang menjadi salesnya bagaiman pihak bank mengambil paksa uang rakyat dari setiap pembelian kartu tersebut,”sesal dia.

Menurutnya, Nanti rencana tahun 2018 Emoney menggunakan kartu tersebut tidak berlaku lagi dan akan dipasang alat onboard dimobil dan disini dipaksa lagi untuk membeli alat tersebut. Begitu bank yang akan menyedot uang memindahkan uang rakyat secara cepat.

Di tempat yang sama Presiden KSPI, Said Iqbal juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan kampanye upah di asia pasifik, sebab kata dia, asia pasifik itu jauh lebih murah di bandingi dari yang lain,
contohnya kita di bawah Vietnam padahal kita sudah merdeka 72 tahun tapi tetap saja kita masih mendapatkan upah murah dan konsumsi naik.

“Ini bukan masalah politik, saya ini pemimpin buruh jadi sebenarnya ilmu ekonomi itu simple, apa yang disampaikan Joko Widodo kami tidak terima dan sesunggguhnya beliau telah bermain politik terhadap rakyat, daya beli turun karena upah murah di banding SBY itu daya beli naik,”terang Said.

Menurutnya, zaman sekarang joko widodo jadi menurun dan beliau itu sebenarnya sedang bermain politik, dan kami akan kampanye ke istana negara dan menyebut nya kampanye upah murah plus 50.(wawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed