oleh

Pemerintah Kecolongan Menjadikan Seorang Menteri Yang Berkewarganegaraan Ganda

Radarkotanews.com, Jakarta – Polemik status kewarganegaraan Menteri ESDM Arcandra Tahar harus di seriusi, ini terkait persoalan eksistensi dan kedaulatan NKRI.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, Andi Fajar Asti, M.Pd., M.Sc, menilai bahwa bagaimana bisa seorang presiden dengan sejumlah Staf yang bekerja di lingkaran kepresidenan kecolongan menjadikan seorang menteri yang berkewarganegaraan Ganda.

“Ini sangat berbahaya karena sudah menjadi cerminan karakter Ganda seseorang.”ujar Andi di jakarta, senin (15/008/2016).

Lanjut Andi, Kita bisa bayangkan seseorang (Arcandra Tahar) telah disumpah oleh negara Amerika sampai mendapatkan Paspor terus juga menyatakan diri orang Indonesia karena pernah lahir di indonesia dan juga berpaspor Indonesia, paling tidak Jika Benar Arcandra Tahar (menteri ESDM) berwarganegara Ganda maka ada beberapa catatan kritis:

Pertama, Ketidakseriusan negara ini (termasuk presiden Jokowi-Jk) menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi. Bukankah dwikewarganegaraan bertentangan dengan undang-undang Kewarganegaraan. Artinya Jokowi mengajarkan warga negara untuk melanggar Hukum.

Kedua, Arcandra Tahar jelas tidak memenuhi syarat menjadi menteri karena bertentangan dengan UU Kementerian Negara. Syarat menteri adalah harus warga negara Indonesia. Sedangkan Arcandra Tahar sudah menyatakan berkewarganegaraan Amerika (buktinya sudah mendapatkan paspor Amerika). Aturan di negara kita, kalau seseorang sudah menyatakan sumpah berkewarganegaraan disuatu negara, maka sesungguhnya dia sudah bukan warga negara Indonesia lagi.

Ketiga, Jika Arcandra Tahar terbukti berwarga negara ganda, maka di dalamnya sudah terjadi pelanggaran Pidana (Belajar dari kasus Ketua KPK Abraham Samad).

Keempat, Status Dwikewarganegaraan Arcandra Tahar akan sangat mengancam kedaulatan negara kita dengan posisi beliau sebagai menteri ESDM yang mengurusi seluruh potensi dan sistem pengelolaan sumber daya alam kita yang sangat strategis di mata Internasional.

Kelima, Kasus Arcandra Tahar tidak dilihat dari Skill atau kemampuan atau kehebatan beliau mengurusi ESDM tapi di liat dari perspektif beliau yang menunjukkan punya Karakter Ganda dan ini sangat berbahaya. Bukankah masih banyak anak bangsa yang lebih cerdas  dan punya karakter yang lebih baik dari seorang Arcandra Tahar.

Dengan demikian Andi, Mendesak Jokowi-JK untuk mengevaluasi secara serius kasus kewarganegaraan ganda menterinya. Jokowi-Jk tidak boleh berpihak pada kepentingan Asing diatas kepentingan bangsa dan negara karena sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila.

“Akhirnya kasus ini mengajarkan kita betapa tidak jelasnya Program Revolusi Mental Jokowi -JK.”tegas. Andi. (F)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed