oleh

Pemegang Polis AJB Bumiputera Harus Datangi OJK Untuk Meminta Pertanggung Jawaban OJK

RKNews – Pada Tanggal 21 Oktober 2016 OJK telah mengambil alih AJB Bumiputera dengan menetapkan Pengelola Statuter.

Hingga saat ini tak jelas program peyelematan AJB Bumiputera oleh pengelola statuer yang ditunjuk oleh OJK dan banyak pemegang Polis AJB Bumiputera yang tidak tahu apa saja yang dilakukan pengelola statuer bentukan OJK
Perlu diketahui bahwa AJB Bumiputera adalah perusahaan asuransi yang berbeda dengan perusahaan asuransi lainnya, dimana pemegang Polis AJB Bumiputera adalah juga pemegang saham AJB Bumiputera, berbeda dengan asuransi lain yang pemegang saham adalah pemilik perusahaan asuransi .

Karena itu Pemegang Polis Bumiputera harus datangi OJK beramai ramai jika ingin mau mengetahui keadaan nasib dananya di AJB Bumiputera

Sebagai sebuah perusahaan asuransi jiwa yang sudah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka dan memiliki jutaan pemegang polis di penjuru negeri, Bumiputera tentu pantas diselamatkan. Dan sebagai pemilik perusahaan, pemegang polis bisa berperan dalam proses penyelamatan itu.

Pemegang polis, bisa meminta Pengelola Statuter yang ditunjuk OJK yang saat ini mengelola Bumiputera untuk transparan dengan kondisi keuangan Bumiputera. Berapa dan apa saja asetnya, berapa utangnya, berapa dana yang dibutuhkan untuk menyelamatkan, dan bagaimana langkah yang akan diambil untuk menyelamatkan Bumiputera.

Pemegang polis Bumiputera yang jumlahnya menyentuh angka enam juta berhak mengetahui persoalan yang sedang dihadapi Bumiputera saat ini

Tindakan OJK berdasarkan POJK No. 41/2015 tentang Tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga jasa keuangan yang menetapkan pengelola statuter (PS) untuk AJB Bumiputera telah menimbulkan konflik hukum mengingat bahwa pada badan usaha yang belum diatur oleh UU harus mengacu kepada Anggaran Dasar badan usaha yang bersangkutan sesuai pasal 1338 KUH Perdata.

Pengelola Statuter (PS) mengambil alih Bumiputera dengan menjual aset-aset perusahaan diduga Pengalihan aset dengan tidak wajar tersebut justru semakin Merugikan para pemegang polis
OJK telah mengabaikan peran BPA (Badan Perwakilan Anggota) sebagai perwakilan pemegang polis yang sekaligus merupakan pemegang saham dan mengabaikan Undang-Undang dan Anggaran Dasar Bumiputera.

Karena itu sudah lebih dari satu tahun tidak ada tanda tanda akan program penyelamatan AJB Bumiputera

Oleh sebab itu Presiden Joko Widodo melalui Menteri Keuangan harus melakukan moratorium atas tindakan restrukturisasi yang dilakukan oleh Pengelola Statuter.

Segera dibentuk Tim Ad Hoc yang melibatkan pemegang polis AJB Bumiputera sebagai pelaksanaan restrukturisasi AJB Bumiputera.
Dan Melakukan tindakan hukum guna memenuhi prinsip kepatuhan (legal compliance) terhadap tindakan tindakan korporasi yang dilakukan oleh pengelola statuer yang dibentuk OJK.

Oleh: Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum Gerindra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed