Pelecehan Seksual Sebab Kurangnya Pemahaman HAM

Foto, Nafa Permata Ramadhani (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang)

Oleh: Nafa Permata Ramadhani

Maraknya pelecehan seksual di Indonesia memperlihatkan adanya masalah nilai budaya, sosial, ekonomi dan politik di masyarakat. Pelecehan seksual adalah tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar hak asasi manusia.

Oleh karena itu, menyepelekan tindak pelecehan seksual sama halnya dengan menghalangi korban menikmati hak asasi dan kebebasan. Seperti yang telah disepakati pada konferensi dunia tentang hak asasi manusia. Bahwa tindak kekerasan kepada perempuan termasuk pelanggaran hak asasi. Pelecehan seksual merupakan perilaku pendekatan yang berkaitan dengan seks yang diinginkan termasuk dalam permintaan untuk melakukan seks, dan kegiatan lainnya secara verbal maupun fisik yang merujuk pada seks.

Karena maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di Indonesia seharusnya bisa memotivasi pemerintah agar lebih peduli terhadap kasus pelecehan seksual. Kepedulian tersebut ditunjukkan dengan dibuatnya suatu kebijakan yang membuat pelaku Jera dan melindungi hak-hak korban, maka para penegak hukum di Indonesia akan lebih maksimal dalam menangani kasus pelecehan seksual dan memastikan bahwa pelaku tidak lepas begitu saja dari jeratan hukum.

Banyak yang menyalahkan perempuan karena perempuan memakai baju yang minim “terbuka” pada kenyataannya banyak perempuan memakai baju yang menutup tapi di catcalling, banyak orang yang menyalahkan jalanan yang mereka lewati sepi sehingga menimbulkan terjadinya kekerasan seksual padahal di tempat tempat yang terang dan publik yang sering terjadi kekerasan seksual contohnya seperti di pinggir Jalan raya, di angkutan umum, sekolah, dan kampus.

Kasus seksual di publik terjadi bukan di malam hari bahkan terjadi di siang hari yang pada dasarnya masih banyak orang. Perempuan menjadi terbatasi oleh ruang gerak nya, dikecil kan nyalinya, menyerang mental perempuan dan banyak perempuan yang merasa apakah dirinya berharga. Ini terjadi di tempat publik tempat yang terlindungi karena banyak nya orang.

Ketika di depan kita terjadi kekerasan seksual kita seperti diam tidak bisa berkata mungkin karena kita merasa takut, terkejut, ragu, bimbang dan tidak tau apa yang harus kita lakukan untuk itu kita perlu melakukan metode 5 D Ditegur kita harus menegur dengan tegas agar pelaku merasa terancam, Dialihkan dengan cara mengganggu agar terhentikannya tindakan pelecehan seksual, Dilaporkan dengan cara melaporkan pada satpam atau orang lain agar membantu kita untuk menghentikan tindakan pelecehan seksual, Ditenangkan ketika sudah terjadi kejadian tersebut sudah terjadi kita menenangkan korban dan Direkam untuk mendapatkan bukti ketika akan melaporkan ke pihak yang berwajib.

Mari bersama-sama kita memerangi segala bentuk pelecehan seksual dengan tidak menormalisasi tindakan-tindakan yang menjurus pada pelecehan seksual. Selain itu, kita harus memberikan dan merangkul korban agar lebih berani untuk speak up dan bangkit dari rasa trauma yang ia alami. Karena keberanian korban untuk berbicara adalah pedang untuk menundukkan para pelaku pelecehan seksual.

*) Penulis adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Baca Juga