PELBAKORI: CPMI Butuh Kepastian Bukan Harapan Palsu

RadarKotaNews, Jakarta - Ratusan massa dari DPP Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Korea di Indonesia (PELBAKORI) berunjukrasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (18/10)

Aksi tersebut terkait penempatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Korea Selatan dan Penghentian Layanan Penempatan CPMI yang di lakukan BP2MI dan Kemenakertrans RI

Pimpinan aksi Azis Yuriyanto menjelaskan bahwa Cpmi ini serius bekerja, serius membangun perekonomian keluarga dan Negara.

"Cpmi sadar betul, bahwa dengan adanya penempatan maka bisa menghasilkan Devisa Negara yang saat ini amat sangat di perlukan oleh Bangsa untuk Pemulihan Ekonomi Nasional," jelas Azis

Menurutnya, mungkin banyak orang yang tidak tahu bagaimana rasa gembira dan bersyukur saat mendapat kontrak kerja. "Masih mendapat kontrak kerja saja kami amat sangat bahagia."

Namun kata Azis, banyak orang yang tidak tahu, bagaimana rasanya hati ini patah berkeping keping saat kontrak kerja di batalkan karena menunggu terlalu lama. "Aduh, rasanya sakit sekali, luluh, perih dan pupus. Sebab Penempatan dan penambahan kuota lah yang kami tuntut, bukan yang lain," tegasnya.

Azis mejelaskan saat menemui perwakilan Dirjen Binapenta Kemenaker RI Suhartono bahwa saat ini memang tidak ada komunikasi yang bagus antara pemerintah dengan kita.

"Saya sudah kirim surat juga tidak ada balasan, kita sudah lama ingin menyampaikan aspirasi," ungkapnya

Menurut, Azis kemenaker pernah mengatakan kalau Covid di DKI Jakarta sudah dibawah 5000 kasus maka akan segera diberangkatkan pekerja pekerja ke korea, tetapi kita diprank oleh pihak BP2MI dan Kemenaker RI

"Kita sudah sepakat turun kejalan apabila janji janji yang diberikan tidak terpenuhi, kita ada 20ribu orang mungkin yang akan turun ke jalan," pungkasnya. (adrian)

Baca Juga