Pelanggaran HAM Bukti Inkonsisten Sekuler-Kapitalis

Foto: Annisa Fatimah, Aktivis Mahasiswa (Ist)

Oleh: Annisa Fatimah, S. T

Pecah kongsi pada jajaran penguasa dan ketidakpercayaan rakyat Indonesia yang terus membesar pada pemerintah tidak akan disia-siakan AS untuk masuk dan mencoba mengambil alih “permainan” demi mengamankan kepentingannya.

AS menyadari bahwa rezim ini sudah diujung tanduk. Maka tidak ada alasan mendukungnya lagi. Bahkan memancing rakyat Indonesia dengan semua pernyataanya tentang pelanggaran HAM rezim dan tidak melakukan apa-apa terhadapnya. Sebagaimana yang terlansir di cnnindonesia.com dengan tajuk "Laporan HAM AS Soroti RI dan Sindiran Tajam Kemlu ke Paman Sam" betapa hipokritnya AS karena pada dasarnya di negrinya juga tidaklah berbeda bahkan semakin parah daripada di Indonesia.

Inilah sebenarnya bukti bahwa ketika dunia diatur oleh sistem sekuler-kapitalis maka, berbagai macam pelanggaran HAM itu takkan pernah usai. HAM dibentuk oleh mereka, akan tetapi dalam menjaganya sangat sulit. Oleh sebab dalam pelaksanaannya pasti akan berbenturan dengan berbagai macam kepentingan-kepentingan—penguasa/pengusaha—yang diutamakan terlebih dahulu daripada kepentingan rakyat itu sendiri.

Bahkan hal ini dapat secara nyata disadari oleh masyarakat yang semakin hari semakin merasa hal tersebut adalah hal yang sudah wajar jika kita hidup pada zaman sekarang. Itulah tabiat sistem ini semakin berjalannya waktu akan menghancurkan dirinya sendiri. Pasalnya siapa yang betah hidup dalam kezaliman? Akan tetapi masih juga banyak yang berharap dengan sistem ini, sistem ini adalah jalan tengah dan sudah yang terbaik. Mereka inilah yang sesungguhnya masih terjebak didalam pemikirannya. Padahal sudah nyata terlihat kerusakannya.

Bisa jadi mereka belum mengetahui bahwa sesungguhnya ada sistem lain yang lebih baik dan adil bahkan bisa mengatasi permasalah HAM yang mereka angkat. Islam adalah solusinya. Islam memiliki peraturan hidup yang sempurna mulai dari segi ekonomi, politik, sosial dan sebagainya diatur dengan luar biasa cerdas hingga dapat membuat takjub. Karena dalam melihat berbagai permasalah, Islam menjadikan Allah sebagai pembuat aturan bukan manusia seperti sistem yang berlaku hari ini.

Allah yang menciptakan manusia, sehingga hanyalah peraturan yang bersumber dari-Nya sajalah yang akan cocok dengan berbagai macam permasalahan manusia, termasuk dengan permasalahan HAM dan keutuhan bernegara saat ini. Islam sendiri sudah menetapkan hak serta kewajiban yaitu dalam firman Allah Azza wa Jalla.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” [An-Nisa/4 : 36]

Allah subhanallahuwataala juga mewajibkan berbagai hak atas seorang muslim kepada sesama muslim secara umum. Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak boleh menghinanya, mengucilkannya, membiarkannya dan tidak boleh melanggar hak-haknya. Adapun hak penguasa dari rakyat adalah dengan cara mendengarkannya dan taat kepada yang ma’ruf, serta memberikan nasihat kepadanya.

Begitu juga hak rakyat dari penguasa dengan cara menegakkan keadilan di antara mereka dan mengharuskan rakyat agar taat kepada Allah serta Rasul-Nya, mencegah perbuatan zhalim di antara mereka, menghalau kejahatan para musuh, berlaku adil pada orang yang dizhalimi dan yang zhalim, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan had (sanksi) dan hukuman-hukuman dalam bentuk peringatan bagi para pelaku kejahatan, sehingga jera melakukan perbuatan jahat.

Tentunya kesemua tuntunan peraturan tersebut tidaklah dapat diterapkan dalam bentuk negara sekuler kapitalis seperti saat ini. Sehingga apabila kita ingin negara dapat berubah kearah yang lebih baik maka harus dengan menerapkan Islam sebagai pedoman dalam berkehidupan secara menyeluruh.
Wallahu'alam.

*) Penulis adalah Aktivis Muslimah