Pasar Murah Pemda Sula Buat Masyarakat Atau Untuk Orang Dekat?

Sambutan Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus, pada kegiatan Pasar Murah Pemda Sula

RadarKotaNews, Malut - Pasar Murah yang baru-baru ini digelar Pemda Kab. Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, melalui dinas Perindagkop dan UKM, menjadi pertanyaan.
Pasalnya kegiatan yang dihelat pada penghujung tahun 2022 itu tidak menyentuh semua masyarakat Sula, apalagi menjadi solusi atas inflasi dan resesi ekonomi yang menimpa masyarakat Sula saat ini.

Hal tersebut dikatakan oleh Muhammad warga Sula asal desa Sekom-Kec. Sulabesi Selatan saat ditemui diterminal Sanana, Sabtu (31/12).

”Kami tidak diundang, kalo memang untuk masyarakat Sulabesi Selatan harusnya kami juga termasuk”, ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh warga Sula dari dataran pulau mangoli.

"Coba biking barang itu deng katong lai, jangan semua-semua biking di sulabesi, tong di mangoli seng tersentuh (bikin kegiatan itu ajak kita juga, jangan semua bikin di pulau Sulabesi, kami di mangoli tidak tersentuh-red)”, ujar warga masyarakat pulau mangoli dengan logat Sanana yang kental.

Sementara itu, pasar murah yang diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 600 juta lebih tersebut (dengan rincian 200 juta lebih di Kec. Sanana dan sisanya di Kec. Sulabesi Tengah dan Sulabesi Selatan) tadinya direncanakan akan didampingi oleh pihak Kejaksaan Negeri Sula, namun entah mengapa Kejari Sula batal melakukan pendampingan.
Dari _skema_ pasar murah Pemda Sula yang menggunakan anggaran BTT tahun 2022, maka dari total anggaran yang dikucurkan lazimnya ada uang masuk meski tidak seperti modal awal (600 juta-red), karena Pemda menjual dengan harga murah.

Dari data RadarKota, pasar murah Pemda Sula digelar pada 3 kecamatan, yakni kec. Sanana, kec. Sulabesi Tengah dan kec. Sulabesi Selatan namun demikian tidak semua desa yang ada di kecamatan tersebut diundang, desa sekom misalnya itu tidak diundang saat digelar pasar murah di Sulabesi Selatan, begitu juga dengan desa Wailau yang infonya juga tidak disertakan saat dihelat di kec. Sanana.

Pasar murah Pemda Sula menjual berbagai kebutuhan pokok dibawah harga pasar (murah-red), ada sebagian dijual menggunakan kupon ada sebagian yang dibagikan secara cuma-cuma oleh Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus.

Namun anehnya meski kegiatan pasar murah bertemakan "dalam rangka pengendalian inflasi dan stabilitas harga kebutuhan pokok” kegiatan ini tidak mencakup semua masyarakat Sula, sehingga muncul pertanyaan: Pasar Murah Pemda Sula Buat Masyarakat Atau Untuk Orang Dekat ?. (RL)

Penulis:

Baca Juga