oleh

Para Ulama Mendukung Calon Bupati Bogor Ade Wardhana

RadarKotaNews, Bogor – Kemenangan umat Islam pada Pilkada 2018 wajib di perjuangkan untuk kemenangan lebih besar pada Pileg dan Pilpres 2019. Proses pilkada Bogor telah berlangsung sejak Februari hingga Juni 2018.

Tidak adanya pilihan yang sesuai dengan Peta Politik Islam, maka calon independen menjadi jalan alternatif terbaik yang telah disepakati oleh ulama dan tokoh se-Kabupaten Bogor.

Ulama dan Tokoh se-Kabupaten Bogor resmi mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bogor dari jalur independen. Kandidat calon yang diusung adalah pasangan Ade Wardahana dan Asep Ruhiyat.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak, pihak pertama sebagai Paslon berkomitmen terhadap umat Islam yang dibuktikan dengan adanya 5 dari 19 janji kampanye yang secara spesifik berpihak pada umat Islam.

Diantara program tersebut yaitu jaminan listrik gratis untuk Masjid Jami se-Kabupaten Bogor, peningkatan gaji guru honorer dan guru madrasah sesuai UMK, bantuan operasional untuk seluruh Pesantren, Pembina Majelis Ta’lim, Ustaz-Ustazah, dan Dewan Guru di Kabupaten Bogor.

“Kami juga akan melakukan pemberdayaan ekonomi umat melalui program perempuan Majelis Taklim Berdaya dan insentif bagi ibu menyusui maupun ibu hamil,” kata Ade Wardhana melalui siaran pers di Bogor, Selasa (27/2).

“Kami berkomitmen untuk menghasilkan produk legislasi daerah guna menguatkan ikhtiar dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang beriman dan bertakwa,” imbuhnya.

Pihak kedua yang mewakili Ulama dan Tokoh se-Kabupaten Bogor akan mensiarkan kepada masyarakat untuk memilih pasangan calon nomor 5. Penandatanganan nota kesepahaman itu diwakili oleh K.H Abah Raodi Bahar Bakry.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan sumbangan tenaga relawan baik di tingkat Desa maupun Kecamatan.

“Kami juga memberikan ruang bicara kepada pasangan calon dalam kegiatan kegiatan keagamaan di Kabupaten Bogor,” tandas Bahar.

Para ulama yang mendukung Ade Wardhana diantaranya K.H Muhammad Al Khaththath, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Nur Sukma, K.H Taufiqurrahman, dan H. Ade Saefurohim.(obi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed