oleh

Papua Dahulu, Sekarang dan Selamanya

RadarKotaNews – Peneliti Papua dan Pemerhati KAMNAS, Stepi Anriani melihat akar dari perjuangan dan Kemerdekaan dan kita merdeka pada tahun 1945 dimana semua daerah sudah menyanyikan lagu Indonesia Raya tetapi Papua belum Mensetarakan karena Papua masih dalam Penjajahan

“waktu itu Papua belum mengenal lagu Indonesia Raya, karena pada tahun 1946 baru Papua Mengakui bahwa Papua masuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia,”kata Stepi dalam diskusi bertajuk “Papua Dahulu, Sekarang dan Selamanya” di Wanna Be Cafe Jalan K.H. Achmad Dahlan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9)

Dikatakan Stepi bahwa, sebetulnya Menurut orang Papua ada Struktural nilai itu sangat berharga dan seharusnya harus Memanggil Ahli Antraprologi.

“OPM itu kalau kita lihat sangat sedikit tapi sebenarnya mereka sangat banyak, yang lebih bahaya adalah yang berpolitik, dan di London diberitakan bahwa ada 6 orang tewas, itu adalah Hoaks ternyata yang meninggal adalah TNI,”jelas Stepi

Ditempat yang sama, Dewan Penasehat Barisan Muda Indonesia Raya (BMIR) H. Anwar Fuadi mengatakan, kita ini tidak mengakui adik bungsu kita karena itu saya pernah membaca karangan Johny Keriki “azas yang paling dalam adalah penghargaan yang paling dalam” kita bukan mau melupakan adik bungsu kita.

Menurut Anwar, Alm. Soekarno sangat luar biasa dan Memperjuangkan Irian Barat tidak menggunakan pertempuran tetapi dengan Diplomatik.

“karena itu kita harus berpegang teguh dengan Kedaulatan Republik Indonesia karena tidak boleh ada yang menggantikannya.”tutupnya.(Adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed