oleh

Omnibus Law Ciptaker di Dukung Dari 52 Persen Warga

RadarKotaNews, Jakarta – Direktur Saiful Mujani Riset Research & Consulting (SMRC) Deni Irvani
menyatakan bahwa 52 persen responden mendukung RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja disahkan menjadi undang-undang. Responden menilai Omnibus Law bisa meningkatkan jumlah lapangan kerja.

“Hasil survei nasional, kita peroleh dari yang tahu, ada 52 persen warga yang mendukung pengesahan tersebut,” kata Deni Irvani saat rilis survei SMRC secara virtual, Selasa (14/7/2020).

Deni menyebut, ada 37 persen responden yang tidak mendukung RUU Omnibus Law Ciptaker disahkan menjadi UU. Kemudian ada 11 persen tidak menjawab.

“Mayoritas responden yang setuju RUU Omnibus Law disahkan menjadi UU karena ingin lapangan kerja lebih banyak. Mereka yakin Omnibus Law bisa menjadi jawabannya jika disahkan menjadi UU,” tutur Deni

Mayoritas responden juga menilai Omnibus Law bisa memberikan kemudahan berusaha, sehingga setuju jika dijadikan UU.

“Pendapat lainnya tidak memperoleh persetujuan yang mayoritas, sehingga kita bisa mengatakan ini indikasi secara substansi, RUU Cipta Kerja masih mengundang pro-kontra di tengah masyarakat,” ujar dia.

Berdasarkan demografi, mereka yang mengetahui RUU Cipta Kerja mayoritas laki-laki, di perkotaan, berpendidikan, berpendapatan lebih tinggi, dan dari kelompok pekerja kantoran.

“Yang mendukung paling rendah di DKI, Banten dan Jabar yang merupakan pusat-pusat pekerja kantoran,” kata dia.

Deni mengatakan responden yang paling banyak mengetahui tentang RUU Omnibus Law adalah mereka yang dulu mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Tidak sedikit yang menolak Omnibus Law disahkan menjadi UU.

“Di antara yang tahu, mayoritas pemilih Jokowi mendukung RUU ini, sebaliknya mayoritas pemilih Prabowo tidak mendukung RUU ini,” ucap dia

Survei dilakukan dengan melibatkan 2.215 responden dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka dipilih secara acak dari koleksi sampel tatap muka SMRC sebelumnya.

Survei dilakukan dengan wawancara via telepon. Margin of error survei diperkirakan 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed