oleh

Omnibus Law Cilaka Juga Celaka

RadarKotaNews, Jakarta – Ketua Umum DPP SBSI 1992, Sunarti menegaskan, apakah bisa menjamin Omnibus Law khususnya rakyat atau buruh, namun kata dia, itu tidak ada yang bisa menjamin, coba lihat buruh di tidak ada lagi cuti hamil atau melahirkan begitupun tunjangan hari tua.

“RUU Omnibus Law ini ditiru dari Amerika sementara di Amerika sendiri RUU ini gagal, lantas ngapain kita tiru kalau gagal,” kata Sunarti dalam Interaktif bertajuk “Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Cilaka Atau Celaka” di Rumah Kebangsaan Hos Tjokroaminoto, kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020)

Oleh karena itu, Suanarti menilai harga diri bangsa ini sudah tidak ada, sebab, pemerintah mengatakan ingin mebuka lapangan kerja dan menarik investor, tapi hal itu bukan untuk rakyat.

“Kami dari serikat buruh pekerja menolak kehadiran ruu omnibus law dengan tegas tidak ada embel-embel dan kami akan tetap turun aksi,” tegas Sunarti.

Sementata itu Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rusli Abdullah sepakat dengan Omnibus Law, sebab itu untuk melancarkan rotasi, namun saya tidak sepakat dengan narasi untuk menguasai asset kita.

“Kalau kita melihat narasi Jokowi dan Sri Mulyani, narasi itu sangat tidak nyambung,”ujar Rusli.

Menurut Rusli, Omnibus Law itu untuk menarik investor dari luar namun hal itu menyerempet ke hal-hal lain termasuk merugikan buruh dengan berbagai aturan.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed