oleh

OJK dan Kemenkeu Adalah Bukti Gagal Lindungi Nasabah Asuransi Jiwasraya

RadarKotaNews, Jakarta – Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy mengatakan, kasus gagal bayar yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya hingga kini masih belum juga menemui titik purna. Menurutnya, kasus ini merupakan bentuk dari manajemen yang buruk (missmanagement).

Kasus ini, kata Budi, tentu menjadi nestapa bagi para konsumen yang berinvestasi di Perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

“Para pemegang polis dan pembeli produk lainnya (yang jadi korban sebenarnya),” ujarnya Budi di Jakarta, Jumat (13/2/20).

Menurut Budi, kasus ini menjadi salah satu imbas dari kesalahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tak menjalankan tugasnya dengan baik. Sebab banyak investasi dari Jiwasraya yang masuk dan diperdagangkan ke saham dan reksadana yang nota bene adalah ranah pengawasan OJK.

“Yes, pengawasan (OJK) juga tidak berjalan,” tukasnya.

Oleh karena itu, Fredy menganjurkan agar pemerintah perlu belajar dari kasus ini agar tidak terulang pada BUMN lainnya di masa mendatang. Selain itu Ia menegaskan agar pengawasan harus lebih ketat, penegakan aturan-aturan corporate governance dan sanksi yang tegas untuk para pengelola dana institusi dan dana publik terutama BUMN.(fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed