NU: Pemerintah Waspada terhadap Hutang Negara yang Mengalami Peningkatan

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj

RadarKotaNews, Jakarta - Nahdlatul Ulama (NU) dan umat Islam banyak kehilangan ulama ulama karena pandemi Covid-19 maka dari itu, kita harus melindungi ulama ulama kita.

Hal tersebut sebagaimana di sampaikan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj saat menyampaikan sambutan dalam acara Munas dan Konbes NU di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (25/9/2021)

Sambung KH. Said Aqil, NU mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam program vaksinasi dan kegiatan penanggulangan Covid-19.

"Waspada terhadap lonjakan yang terjadi walaupun saat ini sedang melandai," pesannya

KH. Said Aqil menyebut bahwa NU mendukung pemerintah untuk berdaulat dalam kesehatan. Redam alat nakes impor dan Indonesia harus bisa memproduksi alat alat kesehatan secara mandiri.

Selain itu, NU juga mendukung pemerintah yang menumpas gerakan seperti Ansyarut Daulah yang mengkafirkan orang lain dan menghalalkan darah selain dari kelompoknya.

Terakhir, NU juga meminta pemerintah agar waspada terhadap nilai hutang negara yang mengalami peningkatan dari 4.000 triliun menjadi sekarang 6.074 triliun.

"Dalam komisi nanti akan dibahas beberapa persoalan," pungkas KH. Said Aqil. (Adrian)

Penulis:

Baca Juga