oleh

NH & FH, Telah Melakukan Kejahatan Organisasi Di KNPI. Dengan Menggelar Pleno Bodong Untuk Memecat Fadh El Fouz

Oleh : Rahman Latuconsina, SH

Penghujung Tahun 2017 tepatnya pada tanggal 27 Desember menjadi catatan kelam bagi Induk Organisasi di Indonesia, KNPI yang merupakan Induk Organisasi Kepemudaan, Kemahasiswaan, Ormas dan merupakan organisasi yang memayungi semua organisasi yang ada di Indonesia.

KNPI telah tercoreng dan terciderai marwah dan kehormatannya akibat ulah sekelompok orang yang telah meng- klaim melakukan atau menggelar rapat pleno DPP KNPI yang kemudian hasil atau putusan rapat pleno salah satunya adalah memecat atau memberhentikan secara tidak hormat sang Ketua Umum Fadh El Fouz atau Fadh A. Rafiq.

Namun kemudian hal tersebut diatas menjadi blunder. Ketika beredar testimoni salah satu yang awalnya diduga sebagai Pimpinan Rapat, testimoni yang ternyata bukan pengurus DPP KNPI melainkan Kader AMPG.

Secara gamblang dan terbuka testimoni ini menelanjangi Kejahatan Nursyam Halid dan Fadly Alimin Hasyim yang memang sangat berambisi ingin menguasai KNPI. Jelas yang dilakukan mereka adalah kejahatan organisasi dengan menggelar rapat pleno bodong. Ini sangat memalukan, memalukan untuk organisasi sekelas dan sebesar KNPI.

Rapat pleno seharusnya merupakan rapat yang diadakan oleh Pengurus (Qorum) yang diikuti oleh seluruh perangkatnya termasuk Dewan pertimbangan dan badan-badan kelengkapan dengan maksud menghasilkan rekomendasi untuk Ketua atau yang memegang jabatan tertinggi saat itu untuk membuat sebuah  keputusan. Jadi bukan pleno yang hanya didesign beberapa orang, bukan pula Pleno yang berawal dari sekelompok orang yang tadinya kong-kow dan minum Kopi…

Hal diatas harus menjadi noted dan catatan serius bagi KNPI bahwa kejahatan organisasi seperti demikian tidak boleh terulang. Padahal jelas tertuang pada AD/ART KNPI pada Bab V tentang Rapat Pleno Dewan Pengurus, pada Pasal 23 Ayat (2): “…bahwa rapat pleno dihadiri oleh semua pengurus harian, anggota-anggota Departemen dan serta Pimpinan-pimpinan Lembaga Khusus/otonom…
Jelas Pleno kemarin telah menabrak aturan dalam AD/ART diatas, belum lagi Jika Kita berbicara Bab VI tentang Qourum dan Persyaratan, jadi jelas dalam hal ini Nursyam Halid dan Fadli Alimin Hasyim telah melajukan kejahatan organisasi yang luar biasa.

Lalu jika Nursyam dan Fadli dengan cara yang salah dan tidak dibenarkan oleh organisasi melakukan evaluasi terhadap Fadh El Fouz lalu apa bedanya???

Penulis adalah Presidium Mabes Anti Korupsi (MAK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed