Nestapa di Bumi Palestina

Gayuh Rahayu Utami (Komunitas Peduli Umat)

Oleh : Gayuh Rahayu Utami

Selama kurang lebih 75 tahun negeri yang diberkahi Allah mengalami serangan demi serangan yang dilakukan oleh zionis Yahudi. Di bumi Gaza Palestina nasib umat Islam yang begitu menyayat hati.

Rumah-rumah warga banyak yang hancur, anak-anak dan wanita ditembak dari jarak dekat. Tindakan pemerkosaan terhadap wanita dilakukan oleh tentara Yahudi. Kabar yang benar-benar sangat memilukan dengan kondisi seperti yang tidak kunjung usai.

Dunia membisu dengan adanya peristiwa ini. Lebih sering memberitakan berita perang Rusia terhadap Ukraina daripada peperangan yang ada di bumi Palestina yang hingga kini tidak ada perhatian dari dunia maupun PBB. Media sosial pun membatasi jika ada yang posting mengenai Palestina langsung saja main blokir. Hal ini menunjukkan begitu takutnya Yahudi terhadap kebangkitan Islam.

Tanah yang merupakan tanah wakaf untuk kaum muslim di seluruh dunia kini masih menjadi caplokan Yahudi yang dengan brutal melemparkan berbagai serangan tanpa belas kasihan. Penguasa negeri-negeri muslim seolah tidak bergeming dengan adanya kondisi kaum muslim di Palestina yang tertindas.

Jika dikembalikan ke fakta penduduk muslim dunia hari ini jumlahnya mencapai 1,7 miliyar jiwa. Memang benar apa yang dikatakan Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam bahwa akan datang umat Islam mengalami jumlah banyak tetapi seperti buih di lautan. Umat muslim sebanyak ini semakin tidak berdaya akibat nasionalisme masih bercokol hampir di seluruh negara yang ada di dunia. Umat Islam di Palestina berjuang sendiri untuk menumpas kejahatan yang dilakukan oleh Israel Yahudi. Tanpa bantuan militer dari negara manapun akibat penguasa negeri-negeri muslim terjebak dalam ideologi kapitalisme yaitu normalisasi terhadap negeri yang telah nyata menjajah bumi yang diberkahi tersebut.

Penguasa negeri-negeri muslim melakukan tindakan normalisasi terhadap Israel. Di depan publik seolah mengecam tindakan brutal atas Israel dan berkoar-koar membela Palestina yang mengalami keterpurukan yang sangat parah. Namun dunia hari ini semakin menunjukkan ketidakpedulian terhadap negeri Islam yang sedang terjajah. PBB semakin menunjukkan sikapnya bahwa PBB jelas mendukung tindakan Israel untuk menjajah Palestina. Ideologi kapitalisme telah nyata membuat buta penguasa negeri-negeri muslim untuk membela saudara seiman dan seakidah akibat cengkraman dari negara penjajah.

Saat ini memang kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya mendoakan. Namun ada kewajiban yang banyak kaum muslim mengabaikannya yaitu mengembalikan kedaulatan dalam naungan Islam. Akibat tidak adanya Khilafah, negeri-negeri muslim terus ditindas. Tidak ada sanksi yang tegas terhadap penjajah. Sejatinya Palestina sangat membutuhkan pasukan militer dari berbagai negeri muslim yang lain untuk membasmi secara tuntas penjajah yang terang-terangan memerangi Islam.

Solusi PBB dengan cara menjadikan dua negara justru menyakiti hati warga Palestina. Dengan kata lain mengizinkan Israel untuk merebut tanah yang diberkahi. Pengkhianatan pemimpin negeri-negeri muslim semakin jelas atas sikapnya yaitu menyetujui adanya normalisasi dengan Israel.

Jalan satu-satunya untuk mengusir tentara Israel adalah butuh adanya pimpinan satu komando dalam naungan Khilafah. Mengirimkan pasukan militer untuk menumpas tentara penjajah yang ada di negeri Palestina. Tidak ada jalan lain untuk saat ini terus menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa solusi Palestina bukan sebatas retorika melainkan adanya tindakan yang masif dari masyarakat untuk mengembalikan kejayaan Islam yang pernah berjaya selama 14 abad. Bukankah kita semua rindu dengan kedamaian? Berjuanglah tanpa kenal lelah untuk menyuarakan ide yang berasal dari Allah yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin.

*) Penulis adalah Komunitas Peduli Umat

Baca Juga