oleh

Natalius Pigai: Tolak Darurat Sipil

RadarKotaNews, Jakarta – Komisioner Komnas HAM 2012-2017, Natalius Pigai mengatakan, masih ada cara lain yang bisa ditempuh negara untuk menghadapi ancaman kuman Corona.

Menurut Pigai, Kita harus pahami bahwa virus Corona harus dihadapi bukan dengan cara perang konvensional perang melawan kuman. Ancamannya bukan militer dan nyata tetapi ancaman kuman yang tidak terlihat. Dua cara perang yang berbeda.

Oleh karena itu, Negara harus menyiapkan sistem Layanan Kesehatan khusus mengobati virus Corona secara memadai sampai dipolosok.

“Menyiapkan Tenaga Profeaional dan perawat secara masif,” kata Pigai dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2020)

Selain itu, Integrasikan layanan kesehatan tersebut dengan layanan kesehatan atau instalasi kesehatan militer.

Kemudian tambah Pigai, memberi peluang kepada universitas dan lembaga penelitian untuk mengembangkan teknologi dan obat anti kuman.

“Negara menyiapkan anggaran yang cukup untuk menghadapi ancaman virus Corona.” pesan Aktivis Hak Asasi Manusia ini.

Pasalnya, Pemerintah menerapkan Darurat Sipil sama dengan Kudeta Negara pada kebebasan sipil (sipil liberties). Pemerintah akan makin otoritas dan beringas kepada rakyat, dan itu akan Menentang kehendak umum tentang Demokrasi, HAM & Keadilan.

“Saya tolak Darurat Sipil karena justru menyebabkan kematian tidak terkontrol pada Rakyat yang terancam dari kuman, ekonomi namun tidak berani berekspresi tentang kondisi orang-orang lemah di Indonesia. Apapun alasannya, kita tegas “Menolak Darurat Sipil di Indonesia!.” tukasnya.(adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed