oleh

Nadia: Semoga Tidak Ada Lagi BEM yang Melakukan Tindakan Tidak Terpuji

RadarKotaNews, Jakarta – Ketua umum Perempuan Milenial Indonesia, Nadia Yulianda Putri, melihat kondisi hari ini indonesia sedang dirundung masalah yang sangat berat. Dimana menjadi buah pikiran dari semua unsur pemerintah dari tingkat pusat sampai Daerah.

“Permasalahan itu ada keterkaitannya dengan masalah Covid-19,” kata Nadia dalam keterangan tertulisnya kepada Radarkotanews, di jakarta, Kamis (9/4/2020)

Nadia sangat menyayangkan dalam beberapa waktu yang lalu ada sekelompok yang mengatasnamakan aliansi BEM DKI Jakarta, mengkritisi pemberitaan fasilitas hotel mewah untuk tenaga medis itu berlebihan dalam salah satu kebijakan bapak Gubernur Anis Baswedan

Menurut mantan Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya ini mengkonfirmasikan bahwa apabila terdapat kesalahpahaman informasi dan sikap kritis terhadap kebijakan emergency Covid-19 oleh Pemprov DKI, dari komponen aktivis muda BEM Jayabaya, harus direspon sebagai sikap kritis dan tidak perlu direspon secara sinis oleh teman – teman, bahkan kata dia, ada juga informasi yang saya dapatkan bahwa salah satu orang yang hadir dalam konferensi pers tersebut yang mewakili univ.jayabaya tidak mengetahui ada nya statment pemberian hotel mewah untuk tenaga medis itu berlebihan.

“Selama kebijakan Emergency Covid-19 tidak dikorupsi oleh oknum pemda DKI, kita harus dukung penuh sebagi aksi solidaritas nyata mahasiswa dan pemuda. Militansi tim medis di front perangi Covid-19, telah mempertaruhkan nyawa dan ancaman karir,” terang Nadia

Oleh karena itu, sudah selayaknya mereka didukung dengan fasilitas jaminan kesehatan yang maksimal. Namun, jika ada yang mempolitisasi kegiatan tersebut saya menyarankan masing-masing instansi yang merasa di rugikan untuk mengusut tuntas siapa inisiator/aktor yang menunggangi kegiatan tersebut dan juga siapa yang mengalirkan sumber anggaran untuk kegiatan tersebut

Terkait hal itu, diharapkan sang inisiator untuk klarifikasi motif dan tujuan nya menginisiasi kan kegiatan tersebut. Agar hal ini bisa jadi catatan keras untuk kedepannya dan tidak ada lagi oknum-oknum yang mengatasnamakan BEM untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji.

“Biarlah BEM sendiri yang melakukan atau menyalurkan gagasan/ide kreatifnya sendiri tanpa intervensi dari siapapun.” tutup Nadia. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed