MUI Akan Lakukan Profiling Para Calon Pengurus Kedepannya

RadarKotaNew, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana menelusuri identitas alias profiling para calon pengurus ketika melakukan rekrutmen anggota ke depannya.

Hal tersebut sebagaimana di sampaikan Anggota Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makmun Rasyid dalam konferensi persnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/11).

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk mencegah pengurus MUI terafiliasi dengan jaringan terorisme seperti terjadi pada kasus Ahmad Zain an-Najah.

“Ke depan MUI salah satu kita lakukan sebagai bentuk penjagaan dan upaya pembersihan di internal yaitu profiling itu sendiri. Ini sebagai bentuk introspeksi diri kita bahwa profiling dalam perekrutan MUI sangat dibutuhkan,” kata Makmun

Makmun menegaskan dalam profiling nanti MUI akan menggandeng sejumlah pihak terkait. Diharapkan lewat profillingproses rekrutmen di MUI tak terkontaminasi anasir jaringan teroris.

“Ke depan MUI kan ada badan, yaitu Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme. Artinya komitmen MUI dalam pemberantasan terorisme tak bisa diragukan. Ke depan profiling dan rekrutmen yang ketat akan kita lakukan,” ucapnya.

Anggota Komisi Fatwa MUI nonaktif, Ahmad Zain An-Najah ditangkap oleh Densus 88 diduga terkait kasus terorisme. Dia telah berstatus tersangka dan dinyatakan sebagai bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Zain An-Najah ditangkap di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11). Polisi menyebut Zain merupakan anggota Dewan Syuro dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) atau Yayasan amal yang didirikan untuk pendanaan JI.

Makmun menjelaskan bahwa MUI merupakan sebuah organisasi yang berisikan perkumpulan dari banyak ormas Islam. Perwakilan ormas Islam yang diperkenankan bergabung dengan MUI syaratnya tak dilarang oleh pemerintah.

"Dalam kasus Zain ini, MUI tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan terafiliasi dengan jaringan teroris. MUI juga tak diberi tahu Densus 88 yang sudah memantau aktivitas Zain sejak lama," pungkas Makmun. [fy]

Penulis:

Baca Juga