oleh

Muhammadiyah Akan Lakukan Advokasi ke Tingkat Nasional atas Meninggalnya Dua Mahasiswa Halu Oleo

RadarKotaNews, Jakarta – Muhammadiyah akan melakukan advokasi ke tingkat nasional atas meninggalnya dua mahasiswa Halu Oleo Kendari saat mengikuti unjuk rasa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.

“Advokasi ini akan dilakukan hingga kasus tersebut menemukan titik terang,”
kata Bidang Hukum dan HAM, PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas di gedung Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (10/12/19).

Karena itu, Busyro menegaskan bahwa pihaknya akan ikuti kasus ini secara detil, pantauan demo, pantauan upaya kepolisian mengingatkan kasus ini jauh dari memuaskan. Jadi, kami sepakat untuk advokasi mengambil peran ini mengangkat ke level pusat nasional

Busyro menjelaskan, dari kejadian itu, pihak kepolisian tampak bertindak semena-mena dalam menangani aksi unjuk rasa yang pecah pada September lalu. Padahal, semestinya aparat kepolisian itu memberikan perlindungan terhadap masyarakat.

“Melihat kasus ini bukan saja bentuk negara bukan saja tidak hadir dalam memberikan perlindungan, negara dalam hal ini aparat kepolisian semakin semena-mena,” ungkapnya.

Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menilai dalam proses penegakan hukum selain tidak jujur tidak transparan juga menunjukkan arogansi negara.

“Penegakan demokrasi memerlukan keterbukaan kejujuran, kami melihat ini negera dalam hal ini aparat mencerminkan tidak demokratis, kami sepakat bahwa masalah di Kendari tidak bisa dilepaskan,” jelas Busyro.(wwn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed