oleh

Meski Paling Kuat Odet Belum Aman

RadarKotaNews – Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial memiliki dukungan paling kuat untuk memimpin Kota Bandung kedepan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan CiGMark Research & Consulting, dari 12 nama calon yang di survei, Oded memiliki  elektabilitas sebesar 27,3 persen. Disusul mantan Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda 8, 1 persen, M Farhan 8,0, Nurul Arifin 5,5, Yossi Irianto, 5, 1, Gatot Tjahyono 4,9, Fiki Satari 2,3, Dandan Riza Wardana 2,2, Iwa Gartiwa 2,1, Arfiana 1,3, Aries Supriatna 1,3, Yana Mulyana 0,9 persen.

“Dan pemilih yang merahasiakan dan belum memutuskan sebesar 31 persen,” kata Panca Pratama CEO CiGMark Research & Consulting, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa malam (20/12).

Sementara, kata Panca, jika di uji dalam simulasi 6 nama berikut, posisi elektabilitas Oded M Danial 29.1 persen, M Farhan 13.2 %, Nurul Arifin 9.2%, Dandan Riza Wardana 4.2%, Aries Supriatna 3.1%, Yana Mulyana 1.6%.

“Sedangkan rahasia atau tidak tahu, atau tidak jawab masih tinggi yaitu 39.60%,” ucap Panca.

Selain itu, dalam simulasi 6 nama dengan memasukkan formasi yang berbeda, posisi Oded tetap masih di atas meskipun ada kecenderungan menurun dengan elektabilitas 28.2%, disusul Ayi Vivananda 11.4, Nurul Arifin 8.2, Gatot Tjahyono 6.9, Yossi Irianto 6.5. Dan pemilih yang menjawab rahasia/tidak tahu/tidak jawab masih cukup besar yakni 35.4%.

“Kesimpulan yang dapat ditarik dari peta kekuatan dukungan balon Walikota Bandung adalah Oded paling kuat, sementara di bawahnya terjadi persaingan ketat antara Ayi, Farhan, Nurul Arifin dan Gatot, lalu menyusul persaingan berikutnya adalah Dandan Riza Wardana, Fiki Satari, dan Iwa Gartiwa.”

Disampaikan Panca, meskipun elektabilitas Oded berada di paling puncak tetapi masih belum aman. Ada tiga faktor yang membuat posisi kader PKS yang menjabat sebagai wakil Walikota Bandung saat ini belum aman.

“Pertama, jumlah swing voters masih cukup tinggi yaitu 77.3 persen. Sementara pemilih loyal (strong supporter) Oded baru 10.4 persen. Yang kedua, pertarungan politik masih sangat dinamis yang memungkinkan potensi perpindahan pemilih masih cukup besar. Dan ketiga, masih ada kemungkinan Oded gagal maju jika tidak mendapat dukungan dari partai lain,” jelas Panca.

Dalam pertarungan politik, lanjutnya, terkadang bisa terjadi perubahan yang sangat cepat dan terjadi di luar prediksi.

Selain itu, dengan munculnya figur-figur seperti M Farhan dan Nurul Arifin yang memiliki latar belakang artis bisa berpotensi menjadi ancaman bagi Oded.

“Begitu juga, dengan adanya figur Dandan Riza Wardana yang merupakan putra Ateng Wahyudi mantan Walikota Bandung yang cukup memiliki magnet politik dalam kontestasi pilkada. Pasalnya political endorsement cukup memiliki pengaruh dalam mempengaruhi pemilih, dimana kultur di Indonesia pada umumnya sangat paternalistic,” kata dia.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed