oleh

Merasa Dirugikan, Novel Desak DPR Bentuk Pansus

RadarKotaNews, Jakarta – Dengan adanya kasus dugaan suap menyuap terkait penetapan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 antara caleg PDIP dengan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Terkait hal itu, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin sebagai pelaku politik praktis yang ikut kontestasi politik merasa ikut dirugikan

Pasalnya, sebagai pelaku politik praktis yang ikut berkompetisi di Pemilu 2019 lalu, Novel menyebut pengungkapan kasus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wahyu cs itu, diduga berkaitan juga dengan Pilpres 2019 lalu.

Dalam hal ini, mantan caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) sekaligus eks anggota tim advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu menduga, kasus tersebut bagian dari upaya untuk memenangkan paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Saya sebagai pelaku politik praktis yang ikut kontestasi politik baik sebagai caleg dan juga tim advokasi BPN Prabowo-Sandi jelas sangat dirugikan dengan OTT yang diduga untuk pemenangan paslon nomor 01,” kata Habib Novel, Sabtu (11/1/2020).

Oleh karena itu, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini mendesak DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus mengawasi kinerja KPK supaya pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap menyuap itu jangan sampai lolos.

“Dengan itu segera harus dibuat Pansus di DPR untuk mengusut tuntas kasus OTT tersebut, untuk mengawasi KPK agar jangan sampai lolos dikarenakan
Komisioner KPU tersebut telah diduga kuat memenangkan (paslon 01) dengan TSMB (terstruktur, sistematis, masif dan brutal),” tegas Habib Novel.(am)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed