oleh

Menyikapi penetapan tersangka penembakan aksi mahasiswa ‘IMMawan Randi dan Yusuf’ di Kendari

RadarKotaNews – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Najih Prastyo, Sebagaimana diketahui bersama, IMMawan Randi dan Yusuf tertembak saat menggelar aksi demontrasi di depan gedung DPRD Kendari, Sultra pada Kamis, 26 September 2019, dan mengakibatkan keduanya harus meninggalkan dunia untuk selama-lamanya.

“IMMawan Randi merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, tentu berita meninggalnya Randi membuat keluarga besar IMM berduka,” kata Najih dalam rilisnya, kamis (07/11)

Sebagai bentuk tanggungjawab dan keprihatinan, kata Najih, DPP IMM mengutuk aksi penembakan dan menuntut investigasi terbuka oleh POLRI dengan melibatkan DPP IMM dan Muhammadiyah.

“Tepat 40 hari meninggalnya IMMawan Randi, penanganan yang terkesan lamban oleh POLRI, pada akhirnya menetapkan tersangka kepada satu anggota polisi saat mengawal pengamanan aksi demontrasi,”tukasnya

Atas perkembangan kasus pengusutan penembakan IMMawan Randi, DPP IMM menyampaikan sebagaimana berikut :

Pertama, Walau terkesan lamban, IMM Tetap mengapresiasi kerja tim investigasi POLRI dalam penanganan kasus penembakan IMMawan Randi dan Yusuf.

Kedua, Polri telah meneyapkan tersangka penembakkan, dan kewenangan selanjutnya di proses melalui pengadilan umum. IMM menuntut kepada Hakim pengadilan umum, untuk menuntut seberat-beratnya tersangka penembakan IMMawan Randi dan Yusuf.

Ketiga, IMM mendesak untuk mencopot keanggotaan Polri kepada tersangka karena telah melanggar kode etik yang amay berat dan tidak bisa dimaafkan.

Keempat, Dengan pengungkapan tersangka ini, semoga citra POLRI semakin membaik. Dan ini merupakan bukti, bahwa POLRI bekerja secara profesional dan sesuai prosedur. (Adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed