oleh

Menyepelekan Aspirasi Rakyat dan Melanggar Kode Etik

RadarKotaNews, Pandeglang – Forum Mahasiswa Pandeglang – Jakarta (FMPJ) ikut angkat bicara mengenai beredarnya screenshot whats up yang berisi percakapan antara Anggota Komisi 3 DPRD Pandeglang dengan salah satu pemuda kecamatan bojong yang mengeluh karena kondisi jalan di desanya yang rusak parah dan sudah sekitar 20 tahun tidak kunjung dibangun.

Dewan Penasihat FMPJ Tb Sultan mengatakan, setelah membaca percakapan Mukhlas selaku aktivis gerakan mahasiswa pandeglang dan  Anggota DPRD kabupaten Pandeglang, kami menilai hal tersebut sudah melanggar dan menyepelekan Aspirasi masyarakat

“Hal ini sudah melanggar kode etik, yang seharusnya wakil rakyat menerima aspirasi warganya,” kata Tb Sultan

Sementara, Mukhlas selaku aktivis gerakan mahasiswa pandeglang merasa miris mendapatkan jawaban yang tidak pantas dan tidak semestinya jawaban tersebut keluar dari seorang wakil rakyat bernama Iing Andri Supriadi  Anggota Komisi III DPRD Pandeglang.

Oleh karenanya, Tb Sultan menegaskan bahwa, Forum Mahasiswa Pandeglang Jakarta menentang hal itu terjadi karena menurutnya seharusnya wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk menampung aspirasi masyarakat dan bisa merespon aspirasi masyarakat dengan baik.

“Ini merupakan cerminan buruk Kinerja Anggota DPRD Komisi III Kabupaten Pandeglang dalam melaksanakan tanggung jawabnya untuk menampung aspirasi masyarakat kabupaten pandeglang dan menyampaikan kepada eksekutif yang sudah di atur dalam undang-undang, hal ini bukti bahwa kalangan legislator meremehkan aspirasi – aspirasi masyarakatnya. Padahal harapan masyarakat kepada DPRD Kab pandeglang bisa membawa perubahan yang lebih baik”. Ucap Dewan Penasihat FMPJ Tb Sultan.

Namun itu, merupakan hal yang wajar didalam iklim demokrasi rakyat mengkritisi wakilnya demi terwujudnya pembangunan yang sesui dengan harapan serta tujuan demokrasi itu sendiri.

Akan tetapi FMPJ melihat ada yang berbeda dengan sikap Anggota Komisi III DPRD Kab Pandeglang Iin Andri Supriadi, Seolah-olah menyepelekan aspirasi warganya yang mengkritik pembangunan jalan dan juga respon dari Anggota Komisi III DPRD Kab. pandeglang yang benar-benar sangat bodoh, dengan menanyakan daerah tersebut apakah mendukung beliau atau tidak dalam pemilihan ketika pesta demokrasi.

“Menurut saya prinsipnya adalah keberpihakan dan seharusnya keinginan masyarakat harus kita tampung dan perjuangkan sampai ujung. Jangan berbicara masalah partai ketika sudah terpilih, ketika dewan sudah terpilih seharusnya dewan tidak pandang bulu untuk memperjuangkan aspirasi masyarakatnya, hal ini sudah tugas fungsinya DPRD untuk memperjuangkan hak-hak rakyatnya,” Papar Tb Sultan

Dengan adanya kejadian tersebut, Dewan Penasihat Forum Mahasiswa Pandeglang Jakarta akan mendesak dan mendorong persoalan ini ke Badan Kehormatan Dewan (BKD) karena hal ini dinilai telah menyalahi kode etik anggota dewan.

“Kami memberikan waktu 3×24 jam kepada Anggota Komisi III DPRD kab. Pandeglang untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat pandeglang,” tegas Tb Sulran

Namun, jika waktu yang kami berikan kepada Iin Andri Supriadi tidak di indahkan saya Selaku Dewan Penasihat Forum Mahasiswa Pandeglang Jakarta akan melakukan aski massa besar-besaran di depan kantor DPRD Kabupaten Pandeglang.

“kami berharap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten pandeglang bisa lebih baik dalam menjalankan tupoksinya, baik secara kelembagaan maupun pribadi dalam mewakili aspirasi masyarakat Kabupaten Pandeglang baik dari sisi aspirasi sampai pada wilayah implementasinya, dan hal ini semoga tidak terjadi kembali.” ucap Tb Sultan. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed