oleh

Mendag Ajak Pelaku Usaha Gerak Cepat Tingkatkan Ekspor di Pasar Global

RadarKotaNews, Jakarta – Diminta seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah bergerak cepat dalam meningkatkan dan menjaga ekspor Indonesia di pasar global.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat menjadi narasumber dalam acara diskusi webinar Forum Trade for Indonesia bertajuk “Seller Market Orientation” di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Oleh karena itu, Agus mengajak bergerak cepat, sebab tidak ada lagi waktu untuk saling menunggu. Peran aktif seluruh pelaku usaha dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kinerja ekspor Indonesia di pasar global. Banyak hal yang bisa kita gali dan kembangkan untuk peningkatan ekspor

Selain itu, Agus mengungkapkan sejumlah produk seller market Indonesia yang mendominasi pasar dunia. Produk-produk tersebut yaitu minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dengan pangsa pasar 53 persen, sarang burung wallet 47,8 persen, cengkeh 36,1 persen, dan nikel 28 persen.

“Ada juga produk oleo chemical, margarin, cocoa butter, tisu, timah, dan flooringdari kayu,” jelas Agus

Tidak hanya itu, Agus juga menyampaikan sejumlah tantangan besar yang dihadapi perdagangan global, antara lain perubahan perilaku konsumen yang kini menjadi lebih selektif dalam memilih produk dan mengutamakan produk yang higienis, serta perubahan pola perdagangan yang berkembang ke sektor niaga elektronik (e-commerce).

Adapun tantangan lainnya, yaitu meningkatkan praktik proteksionisme dan hambatan perdagangan, sulitnya penyelesaian perundingan kerja sama perdagangan antarnegara di masa pandemi Covid-19, serta besarnya potensi defisit dan resesi ekonomi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Menghadapi hal itu, Agus menyampaikan sejumlah strategi peningkatan ekspor Indonesia ke pasar global yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

“Strategi jangka pendek fokus pada pengembangan produk yaitu produk yang pertumbuhannya positif selama pandemi, contohnya produk makanan dan minuman, serta alat kesehatan; produk yang kembali pulih pasca pandemi, contohnya otomotif dan TPT; dan produk baru yang muncul akibat pandemi, contohnya produk farmasi.” bebernya. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed