oleh

Menagih Komitment Indonesia Untuk Papua Yang Lebih Baik

Radarkotanews.com, Jakarta – Ketua Tim Perjuangan Pembentukan┬áProvinsi Papua Tengah, John Numbery, mengatakan bahwa yang dibutuhkan rakyat adalah ketegasan, sebab manuver-manuver politik di Papua terus berkembang, hingga akhirnya muncul UMLWP.

Menurutnya, kebutuhan itu bisa dijawab dengan adanya tantangan yang ada. Oleh karena itu Pemerintah pusat harus menjadikan hal ini sebagai tamparan.

Terkait usulan pemekaran provinsi, semua daerah yang ada di Papua sebenarnya memiliki sumber daya alam. Jika pemekaran terjadi maka akan sangat bermanfaat supaya penduduk dapat meningkatkan diri dan kesejahteraan. Disisi lain supaya rentang pengawasan Pemerintah. terangnya.

“Kita sudah menghadap Kemendagri untuk mengusulkan pelebaran ini, tapi waktu itu justru Kalimantan Timur yang dijadikan provinsi ke-34 sementara provinsi-provinsi baru di Papua tidak.”ujar John Numbery dalam sebuah konferensi pers yang bertajuk “Papua : Masihkah untuk Indonesia & Menagih Komitment Indonesia untuk Papua yang lebih baik” di Bakoel Koffie, jakarta, rabu (29/06/2016).

Hal senada juga di sampaikan Ketua Tim Kerja Perjuangan Pembentukan Provinsi Papua Selatan, Drs Jhon Gulba Gebze, M.Si, mengatakan, kita sudah berbicara dengan berbagai bahasa tapi puluhan tahun bahasa itu tidak ditangkap sebagai harapan. oleh karen itu kami berharap bangsa Indonesia bisa memberi penghargaan dengan membentuk 5 provinsi di Papua, sebagai pembina provinsi Papua.

“Republik ini bukan untuk mencari uang. Kita membangun NKRI bukan untuk mencari duit tapi demi harkat, derajat dan martabat bangsa.”tegas Jhon Gulba.

Menurutnya, Pembentukan provinsi Papua Selatan sebenarnya untuk menghadirkan negara disegala bangsa. Kita ingin apa yang ada di Papua dapat dibawa kemana saja. “Kita juga ingin semua sudut daerah bisa disentuh. Karena itu membuktikan negara telah hadir. Indonesia Raya, semestinya Indonesia bisa sejahtera dan kaya raya. Karena itu kapanpun, dan dimanapun, kita harus sejahtera.”pesannya.

“Semuanya harus terlibat dalam konsep membangun Indonesia dari pinggiran, yang berarti juga dari rakyat.”tutup dia. (ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed