May Day: Buruh dan Mahasiswa Gelar Aksi Penguburan Omnibus Law

RadarKotaNews, Jakarta - Vice Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M. Rusdi menjelaskan bahwa Batu nisan yang kita bawa ini adalah sebagai simbol penguburan Omnibus Law.

"Kenapa kita melakukan gugatan di Mahkamah Konstitusi karena UU Omnibus Law ini melanggar Konstitusi," kata Rusdi saat menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati hari Buruh International Mayday 2021 di kawasan pintu Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/21)

Karena itu, Kita ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengkoreksi UU Omnibus Law karena UU tersebut bagi kami sangat tidak amanah

Omnibus Law, kata Rusdi, hadir untuk menyengsarakan rakyatnya. Jadi siapapun Presidennya kita akan dukung kalau Presiden tersebut mensejahterakan rakyatnya.

"DPR ternyata tidak jauh beda dengan Pemerintah karena DPR telah mengesahkan Omnibus Law," tegas Rusdi

Dalam kesempatan itu Presiden BEM UNJ, Alfian mengatakan belum ada 1 tahun kita sudah dikhianati oleh Pemerintah, sebab kata dia, pemerintah telah berselingkuh dengan oligarki dan hasil perselingkuhan itu adalah Omnibus Law

"Kita harus hentikan perselingkuhan itu, kalau tidak, sumberdaya alam kita
akan dikuras," pungkasnya.

Dalam aksinya mereka membawa batu nisan dan melakukan penguburan di kawasan pintu monas, aksi tersebut sebagai simbol penguburan Omnibus Law. (fy)

Baca Juga