oleh

Mantan Sekdes Kabau Pantai terancam dipidanakan

RadarKotaNews, Sula – Kasus Kejahatan berupa Pembongkaran Kamar Pribadi milik Kades Kabau Pantai Nasarudin Masuku yang diduga dilakukan mantan Sekdes Kabau Pantai Ajis Apal akan berujung di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Kepulauan Sula (Kepsul) dalam bentuk Laporan Polisi (LP). Hal ini diutarakan Bakir Masuku yang merupakan Anak Kandung Kades Kabau Pantai sekaligus Saksi dalam dugaan peristiwa pidana tersebut kepada awak media radarkotanews, Selasa sore (3/12).

Menurut Bakir dalam testimoninya langkah tegas ini terpaksa ia lakukan karena tidak ada itikad baik dari terduga untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan seperti yang dijanjikan terduga.

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 2 September 2018, sekitar pukul 02.15 WIT mengakibatkan Kades Kabau Pantai Nasarudin Masuku mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat Uang dan sejumlah barang berharga miliknya raib digondol Pelaku.

“Awalnya saya penasaran akibat rumah keluarga saya kerap terjadi kehilangan, sejumlah uang dan perhiasan berharga milik Ayah dan Ibu saya sering hilang tanpa diketahui siapa yang mengambilnya. Untuk itu saya berniat menyelidiki sekiranya siapa yang melakukan hal ini,” beber Bakir dalam testimoninya.

Lanjut Bakir, malam yang sudah direncanakan dirinya sengaja tidur di Kursi Sofa ruang tamu dengan memadamkan lampu berharap bisa mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi atas kehilangan sejumlah barang berharga milik keluarganya selama ini.

“Jadi sekitar pukul 2.15 dini hari, saya terbangun karena mendengar suara yang mencurigakan. Saya melihat ada cahaya didalam kamar Ayah saya, ketika saya masuk kamar, saya menemukan saudara Ajis Apal berada dikamar pribadi Ayah saya dengan kondisi pintu lemari Ayah saya sudah rusak terbongkar dan seluruh isi lemari sudah berhamburan keluar,” ujar Bakir Masuku.

Bakir menjelaskan saat peristiwa berlangsung Ayah beserta Ibu nya sedang berada di Kota Sanana.

“Saat itu juga saya langsung memanggil saksi lain yakni Bapak Usman Fataruba, Hamsa Umasuku dan Bahtiar Lidamona untuk ikut menyaksikan perbuatan Ajis Apal,” lanjut Bakir dalam Testimoninya.

Keesokan harinya Bakir memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sulabesi Barat. Namun belum sempat kasus ini dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh pihak Polsek, terduga Ajis Apal ditemani Ayahnya Basri Apal dan Usman Fataruba mendatangi orang tua Bakir Masuku yakni Kades Kabau Pantai di kediamannya Falahu Darat-Sanana untuk memohon agar kasus ini tidak diteruskan ke Kepolisian dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Waktu itu atas berbagai pertimbangan, Kami keluarga menerima permohonan mereka dengan catatan Uang 50jt dan Emas sebanyak 5 gram yang hilang pada peristiwa tersebut akan dikembalikan saudara Ajis Apal,” pungkas Bakir masih dalam testimoninya.

Sementara itu Pembongkaran Kamar Pribadi milik kades Kabau pantai masuk dalam kategori Pencurian Sebagaimana diatur dalam pasal 362 KHUP yakni “Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara lima tahun…

Bakir mengaku sangat kecewa, ketika upaya penyelesaian secara kekeluargaan atas perjanjian lisan yang dibuat Ajis Apal sampai dengan hari ini tidak ada realisasi.

Untuk itu dirinya bermaksud akan melakukan somasi (peringatan) kepada saudara Ajis Apal, jika dalam waktu empat belas hari sejak dirinya membuat testimoni ini belum juga ada penyelesaian, maka dirinya akan membawa kasus ini ke jalur Hukum.

Selain itu, Bakir juga mengatakan bertanggung jawab penuh atas testimoninya ke awak media radarkotanews (RL).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed