oleh

Mantan Kepala BNPT : Revisi UU Terorisme Agar Secepatnya di Revisi

Radarkotanews.com –  Revisi Undang-undang terorisme mulai didengungkan pasca terjadinya serangan teror di Jl Thamrin pada 14 Januari 2016 yang lalu, muncul desakan dari berbagai pihak agar pemerintah mencegah terulangnya aksi teror.

Mantan Kepala Badan Nasional penanggulangan Terorisme (BNPT 2011-2014) Ansyaad Mbai mengatakan UU Anti Terorisme atau UU No 15 tahun 2003 yang ada saat ini belum mencakup dan mengatasi kegiatan yang mengarah kepada persiapan aksi teror. Dalam UU tersebut aparat hanya bisa melakukan tindakan reaktif karena tidak mempunyai payung hukum yang kuat.

Lebih lanjut menurut Ansyaad, Revisi UU anti terorisme meliputi penindakan persiapan aksi teror yang dapat ditindak secara hukum. Sehingga aparat hukum bisa melakukan tindakan untuk mencegah teror seperti halnya hasutan provokasi, penanaman kebencian dan penyebaran permusuhan, pelatihan militer, rekuritmen dan procurement.

“Selain itu revisi juga mencakup pembahasan mengenai perpanjangan masa penangkapan dan masa penahanan serta memperberat ancaman hukuman pelaku teror,” ucap Ansyaad saat Dialog Publik, yang bertajuk “RUU-Anti Terorisme; Mengawal NKRI dari bahaya terorisme dan radikalisme di Indonesia” di Kampus I UIN Syarif Hidayatullah, Kel Cempaka Putih Kec Ciputat Timur Kota Tangsel (13/4/2016).

Ansyaad pernah menyesalkan adanya pihak yang ingin menunda revisi UU Terorisme,seharusnya UU terorisme segera di Revisi. Ansyaad juga meminta kepada generasi muda saat ini harus dapat memberikan informasi bahwa Islam merupakan agama cinta damai.

 “Islam agama cinta damai tidak seperti yang terjadi saat ini yaitu tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama,” tukasnya. (wwn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed