oleh

Mantan BEM Univ Esa Unggul Bersuara Terkait Pencatutan Kampus oleh Aliansi BEM Jakarta

RadarKotaNews, Jakarta – Anggota DPP AMPI Alumni Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul sekaligus mantan Menko Dalam Kampus BEM Universitas Esa Unggul, Basnar Chaniago mengklarifikasi beberapa hal terkait pencatutan nama BEM universitas esa unggul, yaitu Saudari ginka yang kemarin melakukan jumpa pers terkait “Penyudutan terhadap gubernur DKI Jakarta dalam penanganan virus covid-19,”

“Saya hanya ingin sedikit menyinggung bahwa saudari Ginka tidak selayaknya mambawa nama BEM Universitas Esa Unggul karena dari beberapa sumber termasuk Presiden Mahasiswa Rahmat dan bidang Kemahasiswaan Universitas Esa Unggul bapak Rahmadadi.,SE.M. Aksi saat itu tidak tau perihal tersebut, Ginka sendiri memang mahasiswa universitas esa unggul tapi ia bukanlah BEM Universitas Esa Unggul dan saat ini ia sudah alumni,” kata Basnar, Senin (6/4/2020)

Ginka, sendiri pada saat masih menjadi mahasiswa esa unggul ia termasuk dalam kelas karyawan yang di mana ia menjabat sebagai ketua HIMMA FEB yang di nanungi oleh e2c atau BEM Eksekutif.

“Jadi saya mohon untuk kawan kawan mahasiswa agar bisa melihat lebih luas terkait perihal ini, masalah pencatutan seperti ini sudah sering terjadi di kampus manapun Maka dengan itu kita harus lawan bersama agar selanjutnya tidak ada hal hal seperti ini lagi,” tegas Basnar.

Karena itu, Basnar menyesalkan terkait berita tersebut, sebab kata dia, hal itu sangat merugikan Universitas Esa Unggul dalam hal apapun, karena pada dasarnya BEM Universitas Esa Unggul akan tetap mengawal pemerintah dalam kebijakan yang pro rakyat

“BEM dan mantan BEM Universitas Esa Unggul sangat mengecam tindakan ini dan semoga tidak di ulangi lagi.” tegas Basnar.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed