LKPHI: Teroris KKB Papua Ingin Meruntuhkan Pemerintahan yang Sah. Perlukah Revormasi Jilid II

Foto: Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPH Indonesia), Ismail Marasabessy (Ist)

Oleh : Ismail Marasabessy, S.H.

Hemat saya permasalahan Indonesia hari ini adalah bukan lagi pada siapa presiden dan siapa yang menjadi Oposisi dan sampai pada ancaman yang sementara melanda Bangsa Indonesia yaitu Covid-19

Cukuplah semua hal tersebut menguras habis energi untuk menjadikan kita bangsa Indonesia terpecah belah sampai hari ini, ancaman kita bangsa Indonesia saat ini adalah munculnya oknum dan sekelompok elite politik yang ingin menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Indonesia yang mengatasnamakan cinta atau pemerhati kedaulatan NKRI dengan menjadikan Bangsa lain sebagai senjata untuk menggoyahkan Pemerintahan yang sah.

Kita sebagai bangsa yang besar tidak pernah sadari bahwa Reformasi yang telah kita jalani membawa kita kepada arah bernegara yang terbuka dan berdaya saing dengan negara-negara tetangga dan menguatkan Pondasi dalam konsep bernegara.

Pada masa Orde lama Konstitusi kita belum begitu membaik sehingga sistem bernegara kita menjadi tidak stabil akibat Pemimpin yang otoriter, namun pasca Reformasi semuanya itu telah berubah drastis yang tadinya otoriter menjadi terpimpin sehingga masyarakat memiliki hak untuk bagaimana menyampaikan, mengkritisi berjalannya roda pemerintahan yang dimana termaktub di dalam Pasal 28 UUD 1945 dan UU No.9 tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka Umum.

Ketika sekelompok orang berpendapat bahwa Reformasi hanyalah halusinasi indah yang melenakan, maka saya berfikir terbalik,menurut saya Reformasi adalah langkah yang sangat baik untuk menjadikan Bangsa dan negara Indonesia semakin besar dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki daya saing dan bangsa yang memiliki arah dalam Bernegara, namun sayangnya ada beberapa kelompok yang sengaja menjadikan semua itu sebagai alasan untuk mengadu domba kita rakyat Indonesia.

Kelompok Bersenjata yang selalu melakukan gerakan-gerakan separatis (kini di nyatakan Pemerintah Teroris KKB) dan Gerakan yang selalu di adakan setiap tgl 2 Desember hemat saya sudah kehilangan arah dan bahkan sudah tidak ada lagi, namun ketika sekelompok orang beranggapan bahwa gerakan mereka biasa-biasa saja dan bagian daripada Demokrasi, menurut saya semua itu hanyalah sebuah alasan yang semu untuk dijadikan alat politik guna menghancurkan keharmonisan sesame anak bangsa yang kini mulai terlihat baik dan harmonis. Pada konteks ini (Kelompok Teroris KKB Papua) ingin menegaskan bahwa semuanya bagian dari kelompok yang ingin meruntuhkan Pemerintahan yang sah secara Undang-undang.

Sebagai bangsa yang besar kita sudah harus memahami bahwa kita selama ini hanya di adu domba dan dimanfaatkan oleh sekelompok orang agar keharmonisan yang telah terlihat menjadi renggang dan hancur. Maka dari itu saya ingin mengajak semua anak bangsa agar berfikir jernih dan bijak sehingga kita semua tidak lagi di manfaatkan demi kepentingan sekelompok orang yang ingin merongrong Keutuhan NKRI dan menjatuhkan Pemerintahan sah.

Ketika kita mengetahui bahwa terdapat oknum yang ingin merampok Uang Rakyat dan kekayaan Negara kita maka marilah sama-sama kita melawan, begitu pula ketika ada orang atau sekelompok orang yang ingin merongrong keutuhan NKRI dan menjatuhkan Pemerintahan yang sah. maka kita juga harus Bersama-sama melawannya.

Suatu negara apabila ingin menjadi negara yang maju maka negara kita harus berdaya saing, sehingga dalam daya saing kita membutuhkan kerjasama Bilateral antar Negara, karena dengan hubungan kerjasama tersebut mampu menghadirkan atau menciptakan Lapangan kerja serta investasi guna mengurangi jumlah pengangguran serta negara mendapatkan inkam dari hubungan kerja sama tersebut.

Pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan pada konteks hukum, maka pasti dalam kebijakan tersebut sudah memperhitungkan untung rugi, sehingga masyarakat jangan salah menilai, marilah sama-sama kita mencari solusi ataupun jalan keluar sehingga problematika yang di wacanakan oleh masyarakat dapat di anulir oleh pemerintah, bukan malah merongrong keutuhan NKRI di situasi ketidakstabilan Kesehatan yang sementara kita rasakan hari ini.

Maka dari semua penjabaran di atas kita mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa Revolusi Jilid II bukanlah sebuah keharusan yang harus dilakukan melainkan kita rakyat harus Bersama-sama dengan penyelenggara negara melakukan sebuah trobosan baru yaitu membenah kembali keutuhan NKRI dan melawan siapapun yang ingin merongrong Persatuan dan Kesatuan NRI serta ingin meruntuhkan Pemerintahan yang sah.

*) Penulis adalah Direktur Eksekutif Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia (DPN LKPHI)

Baca Juga