oleh

Kurva Corona di Indonesia Mulai Melambat, Janji Kebut Tes Corona Hanya Omongan

RadarKotaNews, Jakarta – Tagih janji Presiden Joko Widodo yang menargetkan 10 ribu tes Covid-19 setiap hari di Indonesia. Sebab, Tes Covid di negara kita sangat rendah, bahkan jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga

Demikian di sampaikan Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetiyani dalam keterangannya, Sabtu (16/5/20).

Sebulan lebih sudah target itu disampaikan oleh presiden, tetapi hingga kini jumlah 10 ribu tes per hari belum juga tercapai, dimana seharusnya tes Covid-19 ini bisa segera dikebut, karena pemerintah sudah memiliki alat-alatnya.

“Bukankah pemerintah telah mendatangkan 400 ribu reagen dari luar negeri,” tutur dia.

Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR RI itu mengaku prihatin dengan kondisi sekarang ini. Apalagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengklaim bahwa kurva corona di Indonesia mulai melambat.

“Rasio tes Covid-19 kita sangat rendah, padahal tes ini menjadi salah satu indikator dalam kurva epidemi terkait dengan kasus baru,” ujarnya.

“Para ahli juga mengatakan jumlah orang yang diperiksa akan menentukan seberapa besar derajat kepercayaan terhadap kurva epidemi tersebut,” tambahnya

Ia menjelaskan rasio pemeriksaan di Indonesia adalah 0,4 orang per 1.000 penduduk. Sementara negara tetangga seperti Malaysia memiliki rasio 7 orang per 1.000 penduduk dan Vietnam tercatat 2,7 orang per 1.000 penduduk.

“Jadi sekarang kita harus menagih janji presiden yang katanya mau mengebut tes corona,” ujarnya.

Menurut Netty, tes harus dilakukan secara masif dan benar di tempat-tempat publik dan fasilitas layanan kesehatan. Buat masyarakat mudah mengakses. Jangan sampai orang datang untuk melakukan tes, tetapi alat dan bahannya tidak ada.

Padahal mereka membutuhkan itu sebagai syarat melakukan perjalanan, misalnya. Makanya wajar saja kalau kemudian terjadi kasus jual beli surat keterangan bebas Covid-19 secara daring.

“Jadi bagaimana bisa berdamai dengan corona jika upaya yang dilakukan masih minimalis. Tidak ada damai dengan corona kalau kita tidak melawannya hingga Indonesia menang,” tegas Netty. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed