Kurangnya Kesadaran HAM Menyebabkan Munculnya Sifat Rasisme

Ilustrasi

Oleh: Gilang Maulana Jauza

Manusia diciptakan untuk saling berinteraksi satu sama lain, tidak benar jika manusia bisa memisahkan dirinya dari hidup bermasyarakat. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang berarti saling membutuhkan satu sama lain.

Pada saat hidup bermasyarakat tidak sepantasnya sebagai manusia kita merasa lebih unggul dan tinggi atau superior dari orang lain, hingga merasa derajat orang lain lebih rendah dari kita. Apabila kita sudah merasakan hal tersebut, bisa jadi akan timbul yang namanya rasisme. Rasisme ialah paham yang merasa ras diri sendiri merupakan ras yang paling tinggi daripada ras lainnya. Rasisme adalah paham diskriminasi yang tentunya melanggar hak asasi manusia.

Rasisme bukanlah hal baru di kalangan masyarakat, tentunya masalah ini menjadi topik yang banyak diperbincangkan karena banyak terjadi di Indonesia. Hal ini dapat terjadi dikarenakan banyaknya suku, adat, ras,dan agama yang dimiliki oleh oleh Indonesia. Rasisme dapat terjadi pada setiap kalangan usia, dari anak kecil hingga orang tua. Seseorang bertindak rasis, karena merasa posisinya seakan lebih penting dan bernilai di mata orang lain, bisa jadi juga karena hilangnya rasa menghargai orang lain, memusuhi golongan lain, dan juga ingin melampiaskan pada orang lain.

Masalah ini bukanlah hal yang sepele, karena didalamnya terdapat unsur bullying. Seorang korban rasis akan cenderung menjadi orang yang penyendiri, pemalu, dan juga pemurung. Sehingga akan sangat menyebalkan apabila hal ini bisa terjadi pada keluarga atau pada kita sendiri. Selain ketiga hal tadi, korban rasis juga dapat mengalami penyakit mental, seperti halnya depresi, gelisah, hingga pikiran untuk bunuh diri.

Kasus rasisme dapat terjadi di mana saja, banyak sekali macam rasis dan juga contohnya. Salah satunya yaitu rasis yang terjadi pada masyarakat Papua. Masalah ini terjadi secara berulang-ulang dan berkelanjutan. Orang Papua selalu direndahkan dari fisiknya, akan tetapi masyarakat Papua selalu dituntut untuk diam saja, alasannya demi persatuan. Hal ini yang membuat masyarakat Papua menjadi kecewa terhadap pemerintah. Walaupun berita ini sudah terselesaikan, akan tetap ada bekas rasa sakit yang dialami saat terkena rasis.

Tidak mudah menyelesaikan masalah rasisme dan tidak mudah juga memaafkan, karena jika hanya denda atau dipenjara sekalipun tidak akan membuat efek jera kepada pelaku. Maka dari itu kita harus meminimalisis atau bahkan memberantas rasisme. Bisa dimulai dari kita sendiri dengan menyadari bahwa setiap orang berbeda dan melihat segala hal dari sudut pandang orang lain. jika kita berada dalam posisi mereka, apa yang akan kita rasakan.kita bisa mencoba mengedukasi anak sejak dini sehingga dari kecil mereka tau bahaya dan dampak dari rasisme. Memberi dukungan kepada korban rasisme dan melindungi orang-orang yang akan terkena rasis.

Dengan lebih menghormati dan menghargai perbedaan yang ada dapat membuat negara kita Indonesia bisa lebih maju di masa yang akan datang. Mari memerangi segala macam bentuk rasisme. Mencegah rasisme dan merangkul pas korban sehingga selalu membuat mereka merasa aman dan nyaman.

*) Penulis adalah mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Baca Juga