oleh

KSPI : PT JLO Akal – Akalan Dirut Jasa Marga, Bongkar Kasusnya

Radarkotanews.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta Komisi VI DPR untuk membongkar akal-akalan Dirut Jasa Marga terkait dengan pendirian anak perusahaan baru PT Jasa Layanan Operasi (PT JLO).

“PT JLO itu perusahaan akal-akalan yang sengaja dibuat oleh Direksi Jasa Marga untuk lari dari tanggung jawab mengangkat para pekerja outsourcing Jasa Marga menjadi pekerja Tetap di Jasa Marga. Itu kamuflase saja,” dulu mereka menjanjikan 3000 pekerja sebagai pekerja tetap di PT.JLJ, kemudian diingkari, Tegas Said Iqbal dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (25/10/2015).

Diungkapkannya, kini, permasalahan pekerja tol ini sudah menjadi permasalahan KSPI juga, karena proses di internal antara SKJLJ dan managemen sudah dilalui dan tetap tidak ada kejujuran dari Direksi Jasa Marga. Seharusnya PT. Jasa Marga sebagai perusahaan milik negara harus menjadi contoh yang baik dalam penegakkan hukum ketenagakerjaan, bukan malah sebaliknya menjadi contoh buruk.

“KSPI akan mengawal setiap proses penyelesaian masalah ini,” Katanya.

Ditambahkannya, KSPI pun memberikan dukungan penuh terhadap aksi unjuk rasa dan rencana mogok kerja yang akan dilakukan oleh SKJLJ-ASPEK Indonesia pada 28-30 Oktober 2015.

“Mereka pekerja yang telah memberikan kontribusi maksimal buat Jasa Marga, jangan kemudian dibohongi! Stop keserakahan pengusaha! Stop kesewenang-wenangan pengusaha!,” tegasnya.

Dirinya pun meminta pihak Kepolisian untuk memberikan jaminan keamanan kepada 3.000 pekerja kontrak PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (PT JLJ) yang mengalami intimidasi dalam proses peralihan status pekerja ke PTJLO.
Menurutnya apa yang terjadi dalam kasus Jasa Marga sesungguhnya adalah potret buram dari gambaran pengelolaan ketenagakerjaan di BUMN. Pelanggaran demi pelanggaran, selalu saja terjadi di BUMN tanpa adanya tindakan tegas dari Kementerian Ketenagakerjaan maupun Kementerian BUMN.

“Sebaiknya Direktur Utama Jasa Marga dicopot saja karena telah melakukan tindakan wanprestasi kepada pekerjanya. BUMN seharusnya dikelola oleh orang-orang yang jujur dan komitmen, yaitu orang yang antara kata dan perbuatannya sama dan dapat diteladani oleh orang banyak.” Tegasnya kembali.

Untuk, Said pun menegaskan tuntutan SK JLJ – ASPEK Indonesia – KSPI,yaitu:

1. Direksi Jasa Marga harus memenuhi janjinya untuk mempekerjakan 3000 pekerja kontrak menjadi pekerja tetap di PT Jalantol Lingkarluar Jakarta bukan di PT.JLO
2. Batalkan pendirian PT JLO.
3. Berikan perlindungan hukum kepada 3.000 pekerja kontrak PTJLJ dari intimidasi manajemen Jasa Marga.(sa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed