oleh

KSBSI Menuntut Klaster Ketenagakerjaan Dikeluarkan dari RUU CK

RadarKotaNews, Jakarta – Presiden
Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Eli Rosita menyebut dirinya salah satu yang masuk dalam tim teknis pembahasan bersama dengan Menakertrans dan Menko.

Hal itu di sampaikan Eli Rosita saat beraudensi dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad didampingi oleh Moreno Suprapto, Andre Rosiade, Supratman Andi agtas di gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Kamis (13/8/2020)

Menurut Eli, UU Tenaga Kerja akan di masukkan ke RUU Cipta kerja yang di ulur-ulur hingga saat ini. Dengan UU Cipta kerja dibuka seluas-luasnya untuk pemilik modal yang mana sama dengan jaman kolonial. Oleh sebab itu kami memohon kepada Pimpinan DPR agar jangan sampai di buka seluas-luasnya.

“Kami sebagai tenaga kerja akan kemana lagi apabila RUU akan tetap di bahas dan di putuskan yang mana akan sangat merugikan kaum pekerja,” jelasnya

Menurut Eli, jangan RUU cipta kerja ini di paksakan. Mohon jangan di gabung kedalam Cipta kerja yang nanti tenaga kerja akan menjadi dagangan saja.

“Harapan kami memohon kepada pimpinan DPR kami bicara soal bangsa dan negara ini. UU di buat untuk azas manfaat keadilan kepada segenap rakyat. Kami memohon agar pimpinan DPR memperjuangkan hak-hak buruh dan anak bangsa.” pesan Eli.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco menjelaskan bahwa DPR ini bukan stempel pemerintah. Kami selama ini juga melakukan olah pasal. Dan ada beberapa hal yang kami tolak pasal-pasal yang diajukan oleh pemerintah dan kami bahas secara detail.

“Tanggal 18 Agustus rencana kami akan membahas pasal-pasal yang di ajukan oleh Serikat Pekerja dan mari kita duduk bersama sepakat untuk membentuk Tim kerja bersama,” jelas Dasco

Selain itu Dasco mengatakan bahwa, lebih baik kita duduk satu meja kemudian kita bahas dengan masing-masing kepala jernih. “Kami juga tidak menginginkan RUU Ciptaker yang akan di sahkan ini akan merugikan rakyat banyak.”

Ditempat yang sama Ketua Baleg Supratman Andi Agtas mengatakan,
kami sudah ketemu dengan Menaker dan beliau menyampaikan hasil diskusi antara pemerintah, pengusaha dan difasilitasi oleh pemerintah lewat beberapa kemajuan

Menurutnya, dari undang-undang kerja yang kita dapatkan berdasarkan hasil laporan perbedaan, nanti dikonfirmasi apakah benar atau tidak, yang pertama adalah dari sembilan isi pokok yang menjadi tuntutan itu sudah ada beberapa kemajuan dari hasil pertemuan kemarin. (adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed