oleh

Krisis Kemanusiaan Pengungsi Rohingnya

Radarkotanews – Ketua Presedium KAHMI, Prof. Dr. Mahfud MD, mengatakan¬† bahwa kahmi sudah bertemu dengan pihak Kemenlu yang diterima Wakil Menlu untuk menanyakan sikap pemerintah terhadap pengungsi Rohingya.”Ungkap Mahfud, Ternyata pemerintah sudah melakukan langkah-langkah tapi memang belum membuat pernyataan resmi dan dipublikasikan.”Sesalnya.

Sementara, Terjadi perdebatan apakah Rohingya ini masalah agama atau ada masalah lain seperti ekonomi atau politik.”Kata Mahfud dalam acara diskusi dengan tema “Krisis Kemanusiaan Pengungsi Rohingnya Myanmar di Gedung Kahmi center Jakarta selatan, Kamis (28/05).

Lanjut Mahfud, Kita setuju untuk mengangkat masalah Rohingya sebagai masalah kemanusiaan. Jadi ini bukan tentang Islam diusir oleh orang Budha, tapi ini persoalan status kependudukan. Rohingya tidak dianggap WN Myanmar karena berasal dari eksodus Bangladesh, tapi Banglades juga tidak mengakuinya.”Tuturnya.

Selain itu, orang Islam diluar Rohingya di Myanmar tidak diganggu. Ini yang harus dipahami dulu, jadi yang kita lihat dari sudut krisis kemanusiaan. Indoneia tidak ikut dalam konvensi jenewa, tapi pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk menangani krisis kemanusiaan ini. Sementara, Australia juga mau membantu tapi tidak mau menampung.”Tutupnya. (LaDele)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed