oleh

Krisis Ekonomi Imbas Pandemi Maka RUU Ciptaker Jadi Pilihan Paling Rasional

RadarKotaNews, Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja merupakan kebijakan yang paling mungkin diambil pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Demikian di sampaikan Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo,
dalam sesi teleconference, Selasa (14/7/2020).

Lanjut menurut dia, rencana regulasi tersebut memang bukan pilihan terbaik. Akan tetapi, RUU Cipta Kerja jadi opsi paling rasional untuk merespon kondisi saat ini.

“Omnibus Law menurut kami adalah strategi yang paling mungkin saat ini, bukan yang ideal. Mungkin dia bukan the best policy, mungkin bukan the second best, tapi itu yang paling mungkin diambil saat ini menjawab kebutuhan-kebutuhan objektif,” ungkapnya

Oleh karena itu Yustinus menekankan
Bahwa ada kekurangan pasti. Tapi apakah ini serba buruk pasti juga tidak. Jadi saya yakin ada hal baik

Meski demikian, Yustinus menyayangkan rendahnya kepekaan masyarakat atas inisiasi RUU Cipta Kerja. Isu tersebut dianggap hanya dimengerti oleh sekelompok pihak saja.

“Artinya masih jadi diskursus di level elit, di kelompok elit saja, orang kantoran. Pemerintah dan DPR harus melakukan literasi edukasi,” tuturnya.

RUU Cipta Kerja Tawarkan Beragam Kemudahan, Padahal konstruksi RUU Cipta Kerja banyak menawarkan berbagai terobosan dalam hal izin usaha. “Yang jelas kepastian hukum diperkuat, perizinan sekarang dipermudah, risk based assesment sekarang itu. Ini sangat membantu para pelaku UMKM,” terangnya.

“Dalam RUU Cipta Kerja tidak semua hal perlu izin, cukup sektor yang berisiko. Mereka cukup memberitahukan saya berusaha, saya berbisnis, meregistrasikan diri, itu cukup,” jelas Yustinus.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed