oleh

KPK Panggil Dua Komisioner KPU dan Riezky Aprilia Terkait Kasus Suap PAW

RadarKotaNews, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua komisioner KPU jadi saksi terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks Caleg PDIP Harun Masiku.

Dua Komisioner KPU itu yakni Arief Budiman dan Evi Novida Ginting Manik.

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Saeful,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (25/2/2020).

Arief Budiman yang merupakan ketua KPU dan Evi sebelumnya juga pernah dipanggil jadi saksi dalam kasus ini. Arief dipanggil pada tanggal 28 Januari 2020, sedangkan Evi dipanggil pada 24 Januari 2020.

Selain itu, KPK juga kembali memanggil anggota DPR Riezky Aprilia. Reizky bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful.

“Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Saeful,” kata Ali Fikri.

Selain itu, KPK juga memanggil advokat PDIP Donny Tri Istiqomah. Donny juga bakal diperiksa menjadi saksi untuk Saeful.

Reizky sebelumnya pernah dipanggil KPK jadi saksi pada Jumat (7/2). Riezky saat itu dicecar KPK perihal mekanisme saat menjadi caleg hingga proses PAW.

Dalam kasus dugaan suap PAW anggota DPR ini, KPK menetapkan empat tersangka, yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan Harun Masiku.

Wahyu dijerat saat menjabat Komisioner KPU, sedangkan Agustiani disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu yang juga merupakan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lalu, Saeful hanya disebut KPK sebagai swasta dan Harun adalah bekas caleg PDIP.

KPK menjerat Saeful dan Harun sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.

Harun disangkakan KPK memberikan suap kepada Wahyu terkait PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas.

Nama Harun disebut didorong DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin. Padahal, bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.(ps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed