oleh

KPK di Kembalikan ke Presiden, Margarito: Sudah Terlambat

RadarKotaNews – Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis menilai Pernyataan Agus Rahardjo yang menyerahkan tanggung jawab pemberantasan korupsi kepada presiden sudah terlambat.

“Kenapa baru sekarang mereka menyatakan kewenangan dalam pemberantasan korupsi itu adalah pekerjaan presiden. Karena secara tata negara tidak ada orang lain di republik ini yang memegang kewenangan melaksanakan hukum termasuk menegakkan pemberantasan korupsi, kecuali presiden,” kata Margarito, Jumat malam (13/9/2019).

“Dan mereka (KPK) adalah alatnya.”

Lebih lanjut, ketika ditanyakan apa yang sedang dipertunjukan KPK hari ini? Margarito tidak terlalu ambil pusing dengan apa yang sedang ‘dimainkan’ pimpinan institusi anti-rasuah tersebut.

“Nggak apa-apa, biarkan saja, toh sebentar lagi mereka juga berakhir. Lembaga itu kan tidak berakhir dengan sendirinya hanya karena mereka konferensi pers,” kata dia.

“Tetapi satu hal yang kita minta adalah dari mereka. Mereka harus pastikan kepada bangsa ini dan presiden bahwa mereka berada dan tunduk serta patuh pada UU. Mereka bukan lembaga yang berada untuk mengendalikan presiden,” kata Margarito.

Tidak hanya itu, Margarito juga mengaku heran dengan pernyataan pimpinan KPK dalam konferensi pers yang baru digelar Jumat malam tadi.

“Kenapa baru sekarang mereka menyatakan kewenangan dalam permberantasan korupsi itu adalah pekerjaan presiden, karena secara tata negara tidak ada orang lain di republik ini yang memegang kewenangan melaksanakan hukum termasuk menegakkan pemberantasan korupsi, kecuali presiden,” kata dia. (wr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed