oleh

Kontingen JPI Sula kembali dengan segudang pengalaman

RadarKota, Sanana – Kontingen Jambore Pemuda Indonesia (JPI) Kepulauan Sula telah tiba di Sanana Sabtu pagi 9 November 2019 dengan menggunakan Kapal Motor Karya Indah, mereka kembali setelah usai mengikuti kegiatan Jambore Pemuda Tingkat Nasional di bumi perkemahan Nyiur Melambai Prov. Sulawesi Utara.

Kepada media Alfaharaby yang merupakan pendamping Kontingen JPI Kepsul yang juga Ketua DPC PPMI (Purna Prakarya Muda Indonesia) mengatakan.

“Alhamdulillah…Kami sudah kembali dengan selamat, dan Kami kembali dengan membawa segudang pengalaman yang niatnya akan kami implementasikan bersama pihak terkait, serta sesuai harapan ke-16 peserta JPI ini bisa menjadi lokomotif bagi teman pemuda lainnya,” ujar Aby.

Diketahui Kontingen JPI Kepsul memang aktif mengabarkan berbagai kegiatan di Arena Bumi Nyiur Melambai ke berbagai group media sosial (medsos) di Sula.

Lebih lanjut Aby mengabarkan kontingen JPI Kepsul selain menjadi peserta juga menjadi Duta Pemerintah Daerah, dengan memperkenalkan berbagai kearifan lokal seperti Madu Sula, Cokelat Sulamina, sampai maskot Kab. Kepsul yakni Wansosa atau lebah. Ini yang kemudian membuat stand Kontingen JPI Kepsul selalu dibanjiri pengunjung.

“Kami mempunyai tanggung jawab besar, perhatian Pemda Kepsul dalam hal ini Pak Bupati, Sekda serta jajaran harus berbanding lurus bahwa Pemuda Kepsul harus bisa lebih maju lagi, kami harus bisa menjawab itu. Mulai dari keberangkatan, saat kegiatan berlangsung sampai kepulangan, perhatian Pemda Kepsul luar biasa sekali, saya pikir ini merupakan bukti kepedulian dan komitmen mereka terhadap generasi muda,” ungkap Aby.

Saat ditanyakan tindak lanjut apa yang akan dilakukan pasca mengikuti Jambore Pemuda Nasional, Aby mengatakan akan langsung action dengan mengagendakan pelantikan pengurus, serta membuat program kerja.

“Evaluasi atas pencapaian hari ini tentu harus Kami lakukan, seperti contoh kemarin kami sudah berhasil membuat kostum Wansosa yang menarik perhatian peserta dan pengunjung di arena jambore, kedepan apa yang harus kami buat sehingga bukan hanya menimbulkan rasa ketertarikan, mungkin punya nilai jual, atau inovasi apa, karena bagi kami pemuda itu harus terus bergerak, agar tidak tergerus, dan dengan bergerak melakukan giat yang positif maka pemuda akan terhindar dan tidak mendapat kesempatan melakukan hal yang negatif atau kontradiktif,” pungkas Aby panjang.

Dikabarkan Jambore Pemuda Indonesia tahun 2019 diikuti Pemuda se-Nusantara mulai dari tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten. Acara Jambore berupa Pentas Budaya Nasional, Kirab Budaya serta Pembukaan Stand dan Pameran dari masing-masing Peserta. (RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed