oleh

Komunisme Dalam Perspektif Agama dan Pancasila

RadarKotaNews, Jakarta – Kalau Pancasila lahir tanggal 1 Juni maka kami juga bisa meminta untuk di kembalikan Pancasila 22 Juni dan ini bukan permintaan dari Umat Islam tetapi merupakan hasil kompromi dari BPUPKI.

Demikian di sampaikan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustd M. Alkhathath dalam diskusi bertajuk “Komunisme dalam perspektif agama dan Pancasila” di Restoran Raden Bahari Jalan Raya Warung Buncit, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2020)

Menurut Alkhathath, pada tanggal 18 Agustus ada kesepakatan baru yang menghapus Ketuhanan dengan menjalankan Syarekat Islam dan di ganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dasar negara itu adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Namun dalam Trisila akan di hilangkan dalam RUU HIP. Karena itu, tugas saya sebagai Kyai akan memperjuangkan Ketuhanan YME oleh sebab itu maka kita Menolak RUU HIP.

“Selama ini ada yang menyampaikan bahwa Ormas Islam mendadak Pancasila itu tidak benar karena justru yang teriak teriak saya Pancasila tetapi pada saat Pancasila akan di rubah mereka diam saja,” ujarnya

Alkhathath ungkapkan bahwa Pancasila yang kita maksud sebagai Dasar Negara adalah Pancasila hasil kesepakatan pada tanggal 18 Agustus 1945.

Dari Pandangan agama terhadap Komunisme, Alkhathath menyebut secara Globalnya Pancasila itu Ketuhanan Yang Maha Esa maka sama dengan Al Quran yaitu Allah SWT, akan tetapi Komunisme tidak mengakui adanya Tuhan (Ateis) yaitu Anti Tuhan, Komunisme di bangun dari Dialog Matrealistik.

Dalam Islam, Menurut Alkhathath,
manusia di ciptakan ada yang kaya dan miskin itu bukan untuk sebagai penindasan karena itu di dalam Islam ada nama Sensifitas seperti dengan Zakat, Selain itu Negara juga harus menjamin peredaran uang bukan hanya di dalam kalangan orang kaya saja tetapi harus berputar bagi semuanya ini sesuai dengan Konsep Islam dan bukan Sama Rasa Sama Rata seperti ajaran Komunis.

Pasalnya, Umat Islam sudah diberi kekayaan luar biasa yaitu di Arab Saudi dengan kekayaan minyak nya sehingga ada Petro Dollar dan di Indonesia itu lebih kaya dari mereka tetapi kenapa ini tidak bisa maju seperti Amerika dan China hal ini karena Orang Indonesia lebih suka menjadi pengikut Amerika.

“Saya akan menyampaikan beberapa Konseptual saat ini yaitu Pertama Bubarkan Partai yang akan merubah Pancasila dalam Visi dan Misi nya, kedua Batalkan RUU HIP yang akan mengubah Dasar Negara bukan hanya di Tunda atau Ganti Nama menjadi RUU PIP, Yang ketiga sesuai dengan Maklumat MUI Pusat dan MUI Provinsi Usut Tuntas Inisiator pengajuan RUU HIP,” tegas Alkhathath

Terakhir Alkhathath menambahkan,
knita harus selalu berada di bawah Komando Majelis Ulama Indonesia dan harus mendatangi Koramil, Kodim, Kodam karena TNI adalah sebagai Penjaga NKRI dari Paham Komunis. (adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed