oleh

Komnas HAM: Banyak Pelanggaran HAM Dalam Aksi Revisi UU KPK dan RKUHP

RadarKotaNews, Jakarta – Pelanggaran Hak Asasi Manusia banyak terjadi sepanjang aksi unjuk rasa mahasiswa atas revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) pada 24-30 September 2019.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Hairansyah berdasarkan temuan Tim Peristiwa 24-30 September 2019 Komnas HAM, atas penyampaian aspirasi mahasiswa dan pelajar terhadap revisi UU KPK dan RKUHP.

Pada 15 Oktober 2019, kata dia, sebanyak 1.489 orang ditangkap polisi. “1.109 orang dibebaskan, 380 orang tersangka, 218 orang ditangguhkan dan 70 orang ditahan,” kata Hairansyah, di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Selama aksi unjuk rasa atau penyampaian pendapat di muka publik, kata Hairansyah terdapat dugaan pelanggaran HAM.

Pertama, kata dia, tiga orang meninggal dunia. Kedua, jenis hak yang dilanggar adalah hak untuk hidup yaitu ada korban jiwa, hak anak, hak kesehatan, hak memperoleh keadilan dan hak atas rasa aman.

“Selain itu, 15 orang jurnalis menjadi korban kekerasan pada saat pengamanan aksi tanggal 26-30 September 2019 berdasarkan aduan LBH Pers dan AJI,” kata dia.

Tim Komnas HAM juga menemukan empat dugaan pelanggaran protap polisi, yaitu dugaan kekerasan penggunaan upaya paksa, terbatasnya akses terhadap terduga pelaku, lambannya akses medis terhadap korban dan terbatasnya akses bantuan hukum bagi yang ditangkap. (war)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed