Komite 98: Tuntaskan Agenda Reformasi dan Hukum Mati Koruptor

RadarKotaNews, Jakarta - Sejumlah massa mengatasnamakan diri dari Komite 98 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Agung RI Jalan Bulungan Raya, Jakarta Selatan, Senin (22/11/2021) mereka menuntut tuntaskan agenda reformasi dan hukum mati koruptor.

Koordinator aksi Muaji mengatakan, apa yang kita saksikan setelah 23 tahun reformasi korupsi justru semakin canggih sementara aparat penegak hukum tidak memiliki keberanian untuk menggunakan perangkat hukum yang sudah disediakan oleh undang-undang dengan menerapkan hukuman maksimal.

"Sudah cukup lama kasus-kasus korupsi mandek, tidak berjalan dengan baik, kami tidak tahu ada apa dengan penyelesaian nya," tutur Muaji

Oleh karena itu kami berharap kepada Polri, Kejagung dan TNI jangan khawatir dan takut, tangkap para koruptor, seperti yang diamanatkan aktivis 98.

Selain itu kami juga mendukung kejaksaan Agung untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat.

"Kita kembali kejalan, karena kami melihat negara masih jauh dari Ham dan hak-hak atas warga nya. Kita disini untuk kembali mengingatkan cita-cita reformasi 98," ujarnya

Menurut Muaji ada 2 kasus korupsi besar yang menyayat hati merobek nurani rakyat kasus tersebut adalah Jiwasraya dengan kerugian negara berdasar audit BPK sebesar 16,8 triliun dan kasus Asabri dengan kerugian negara sebesar 22,78 triliun.

"Orang tersebut bernama Benny Tjokro dan Heru Hidayat yang dalam kasus Jiwasraya telah dijatuhi hukuman seumur hidup namun ternyata dua nama tersebut kembali menjadi tersangka dalam kasus Asabri dengan delik dan modus yang sama," pungkas Muaji. (adrian)

Penulis:

Baca Juga