oleh

Ketua dan Sek. HKTI Kepsul hadiri pembukaan Rapimnas HKTI 2019 di Jakarta

RadarKotaNews – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Tanggal 9 November tahun 2019 yang digelar di Ballroom Hotel Discovery Ancol-Jakarta Utara dihadiri Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota/Kabupaten se-Indonesia.

Terlihat Ketua DPD HKTI Kepulauan Sula (Kepsul) yang juga Bupati Sula Hendrata Thes bersama Ketua DPP HKTI Prov. Maluku Utara Bapak Danil Missy yang juga merupakan Bupati Halmahera Barat didampingi masing-masing Sekretaris DPP dan DPD Ronal Elly dan Faruq Bahanan yang juga terlihat hadir mengikuti pembukaan Rampimnas oleh Ketua Dewan Pengurus Nasional Bpk. Moeldoko, serta sebagai keynote speaker Menteri Agraria dan Tata Ruang pada Kabinet Indonesia Maju Bapak Sofyan Jalil.

Rapimnas HKTI tahun 2019 yang mengusung tema “Penguatan SDM HKTI guna meningkatkan kinerja dalam rangka mewujudkan Konsolidasi Organisasi” dikabarkan diikuti hampir semua Ketua DPP dan DPD se-Indonesia.
Komitmen HKTI menjadi mitra kerja Pemerintah baik di Pusat maupun Daerah dibuktikan dengan para kepala Daerah yang mengambil posisi penting dalam Organisasi yang berbasis Petani Indonesia ini.

Dalam sambutan awal menyapa para peserta repimnas Ketua DPN Moeldoko mengatakan, “Penting kiranya kita mengetahui status tanah petani anggota HKTI yang akan digarap dan ditanami, untuk itu nanti kita akan mendengarkan arahan Pak Menteri karena ini memang tupoksi beliau,” ujar Moeldoko kepada menteri Agraria dan Tata Ruang yang dimaksud.

Sementara itu Sofyan Djalil dihadapan para peserta rapimnas mengatakan, “Agar para Petani HKTI mengetahui status tanah yang sedang digarapnya, jika masuk kawasan Hutang yang dilindungi maka permohonan sertifikate atas tanah tersebut tidak pernah akan diberikan,” ujar Pak Menteri.

Pak Mentri juga mengatakan tidak ada upaya pemerintah untuk menghambat, karena ini instruksi presiden, yang kami teruskan melalui permen tentang PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Jadi harus ada perhatian dan pemahaman kepada Keplompok Tani HKTI atas tanah garapannya pungkas Sofyan Djalil.

Moeldoko yang kembali naik podium untuk memberikan arahan kepada peserta Rapimnas menekankan,
“Rapimnas adalah wadah untuk Evaluasi menuju Konsolidasi, apakah HKTI pergerakannya sudah sampai ke tingkat mana, apa sudah sampai ke tingkat Provinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai titik tujuan Kita adalah gakpoktan,” ujar Moeldoko.

Ketua DPN HKTI Moeldoko juga mengingatkan peserta rapimnas agar bisa memberikan contoh kepada masyarakat dan Petani untuk memanfaatkan lahan walaupun sekecil apapun, jadi harus diberikan pemahaman untuk memanfaatkan lahan dan merespon kebutuhan pasar.

“Jadi HKTI akan menjadi gagal jika kedepan kita masih impor beras, masih bergantung kebutuhan dari Negara Lain,” imbuh Moeldoko.

Dikabarkan pada acara Rapimnas ini juga dibagikan Sertifikat gratis kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) HKTI dari Serang Banten. Pembagian ini dilakukan oleh Ketua DPN HKTI Bpk. Moeldoko kepada puluhan Petani Anggota HKTI.

Sampai berita ini diturunkan, kontributor radarkotanews masih menunggu keterangan pers yang akan diberikan DPD HKTI Kabupaten Kepulauan Sula yang masih mengikuti jalannya acara pembukaan Rapimnas. (RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed