oleh

Ketua Bawaslu Dilaporkan Ke DKPP Akibat Pengakuan Yusril

RadarKotaNews – Warga negara Indonesia, Khadafi Badjerey melaporkan Ketua Badan Pengawas Pemilu RI, Abhan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, atas dugaan pelanggaran kode etik.

Abhan diduga tidak netral saat memutuskan gugatan Partai Bulan Bintang terhadap Komisi Pemilihan Umum terkait hasil verifikasi parpol calon peserta Pemilu 2019.

Penilaian tentang ketidaknetralan Ketua Bawaslu itu muncul dari pernyataan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mehendra dalam Mukernas PBB di Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (4/5/18).

Disampaikan Khadafi, Yusril dalam Mukernas PBB menyampaikan bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil, satu hari sebelum pembacaan putusan gugatan PBB, menelpon Ketua Bawaslu Abhan untuk memintanya meloloskan partai berlambang bulan bintang itu menjadi peserta Pemilu 2019.

“Pemberitaan yang memuat soal pernyataan itu ada di tiga media, yaitu Detikcom, Kabar.id, dan Indosatu.net,” kata Khadafi di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (21/5/18).

Dalam laporannya ke DKPP, dirinya juga menyertakan bukti berupa artikel pemberitaan yang diambil dari media-media daring tersebut.

Ditambahkan, dalam berjalannya waktu, tidak ada pernyataan penyelenggara pemilu yang membantah soal pemberitaan adanya telepon Ketum PBNU ke Ketua Bawaslu.

“Kami meminta DKPP untuk mengusut tuntas soal dugaan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara pemilu ini. DKPP yang bisa mengurus masalah ini,” kata Khadafi.

Diketahui, Bawaslu RI telah mengabulkan gugatan PBB terkait sengketa hasil verifikasi parpol calon peserta Pemilu 2019 pada 4 Maret 2018.

PBB dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2019 dan KPU juga diperintahkan untuk menetapkan PBB sebagai peserta Pemilu 2019. [mel]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed