oleh

Kenaikan Iuran BPJS Akan Memicu Gerakan Turun Kelas Peserta BPJS

RadarKotaNews – Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai justru akan memperburuk keuangan lembaga tersebut. Sebab, penunggak iuran akan semakin banyak dan peserta akan ramai-ramai turun kelas.

“Namun dari sisi finansial, kebijakan kebijakan menaikkan iuran memang bisa menjadi solusi defisit BPJS Kesehatan,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi.

Dia mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang mencapai 100 persen di semua kelas, pada akhirnya akan kontraproduktif dengan tujuan mengatasi defisit BPJS Kesehatan.

Karena, hanya akan memicu gerakan turun kelas peserta BPJS Kesehatan. Misalnya dari kelas satu, turun menjadi kelas dua dan seterusnya. Kenaikan iuran juga akan membuat peserta yang menunggak iuran semakin banyak.

Terutama peserta mandiri yang saat ini tunggakannya mencapai 46 persen. Jika kedua fenomena itu menguat, kondisi keuangan BPJS Kesehatan justru akan semakin buruk. “Seharusnya sebelum menaikkan iuran BPJS Kesehatan, pemerintah, dan manajemen BPJS Kesehatan mengambil langkah-langkah strategis,” tandasnya.(wr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed