oleh

Kelangkaan BBM, Manager Pertamina Sanana angkat bicara

RadarKotaNews, Sanana – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak atau BBM yang terjadi di Kota Sanana Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan sekitarnya pada hari Sabtu-Minggu kemarin menimbulkan keresahan ditingkat Masyarakat, bahkan Senin pagi tadi antrian panjang terlihat di SPBU 81-11101 yang terletak di Desa Mangon. Menanggapi hal ini Fuel Terminal Manager Sanana Julius Akhim angkat bicara dan menyampaikan keterangan Persnya kepada awak media dikantornya Jl. Waikalopa-Sula, Senin (09/12).

Julius mengatakan pada intinya tugas beliau adalah menyiapkan ketersediaan BBM di Kota Sanana dan sekitarnya.

“Tugas Kita memang mengatur jangan sampai habis ketersediaan BBM di SPBU di Mangon, namun memang ada beberapa faktor yang kemudian terjadi kelangkaan BBM di Sanana pada Sabtu dan Minggu kemarin,” imbuh Julius.

Faktor internal dan eksternal dikatakan mempengaruhi kelangkaan BBM di Kota Sanana dan Sekitarnya.

“Keterlambatan Kapal tanker Pertamina yang menyuplai BBM ke Sula akibat terjadi potensi krisis BBM di Labuha dan Bula, kemudian faktor eksternal Kita adalah prilaku konsumen, hal ini juga sangat mempengaruhi,” ucap Julius.

Hal tersebut dibenarkan Bpk. Nur bawahan Pak Julius yang menjabat sebagai Supervisor RSD di Fuel Terminal Sanana,

“Potensi krisis BBM di Labuha dan Bula menjadikan mereka prioritas, karena melihat Kita punya stock masih mencukupi, pada hari jumat kemarin kami mulai menjaga stok & mengatur penyaluran, pungkas Nur.

Kondisi kelangkaan BBM di Kota Sanana menjadikan para Spekulan memanfaatkan dengan menjual BBM diatas rata-rata yang kemudian dikeluhkan para konsumen Pertamina di Kota Sanana.

“Sebenarnya Kondisi kemarin ada alternatif untuk masyarakat, dengan mengkonsumsi BBM Jenis Pertamax sebagai alternatif. Karena memang Kita perlu menjaga ketahanan stok & kontinuitas suplai Premium & Pertalite, namun untuk Pertamax tersedia di APMS Waiboga,” terang Julius.

lebih lanjut kata Julius, bahwa kita tidak bisa mengkontrol para spekulan ditingkat pengecer. Namun yang kita bisa rubah adalah mindset konsumsi dari konsumen kita.

“Kondisi ini sebenarnya sama-sama Kita hindari, hitungan Kita sebenarnya masih bisa, dengan jumat kemarin kita berpikir sampai hari Selasa masih bisa tersalurkan, semoga hari ini semua bisa terlayani,” pungkas Julius.

Harapan Pertamina Fuel Terminal Sanana adalah untuk para Konsumen agar mengkonsumsi BBM secara Normal, sesuai kebutuhan, tidak panik sehingga membeli dengan jumlah yang besar, yang kemudian berpotensi ada Oknum yang berspekulasi dengan menimbun dan menjual diatas harga rata-rata. (RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed