oleh

Kekerasan Bukan Cara Untuk Menjaga Keutuhan NKRI

RKNews.com – Melihat kondisi pada 4 November 2016, tentang aksi bela Islam II yang terjadi di Jakarta.

“Presiden seharusnya bersikap bijak dan tegas, bukan justru menunjukan sikap keberpihakan terhadap pelaku yang merusak prinsip ke-Bhinneka-an, nasionalisme, dan stabilitas sosial.”kata Koordinator Pusat BEM SI, Ketua BEM UNJ, Bagus Tito Wibisono kepada awak media di jakarta, Minggu (06/11).

Oleh sebab itu lanjut Tito, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyatakan sikap :

Pertama, Mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepada massa aksi.

Kedua, Menuntut pemerintah untuk bertanggungjawab atas massa aksi yang menjadi korban kekerasan aparat.

Ketiga, Kecewa dengan sikap presiden yang tidak bersedia menemui ratusan ribu massa aksi yang telah menyampaikan aspirasinya untuk perbaikan negara.

Keempat, Mendesak Presiden agar segera bertindak tegas terhadap kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama, karena telah merusak prinsip ke-Bhinneka-an.

“Mendiamkan sebuah kejahatan merupakan bentuk dari sebuah mundurnya gerakan!”.

(ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed