oleh

Kegagalan Pemerintah Semakin Terlihat, Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Dicabutan

RadarKotaNews, Jakarta – Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut subsidi Elpiji 3 kilogram (kg) dan diganti dengan skema subsidi langsung atau tertutup kepada masyarakat yang kurang mampu.

Demikian di sampaikan Anggota Komisi VII DPR, Sartono Hutomo kepada awak media, Kamis (16/1/2020).

Sartono menilai, rencana tersebut menunjukkan kegagalan pemerintah dalam membentuk kebijakan yang pro rakyat. Sekaligus mengkonfirmasi kondisi perekonomian nasional bahwa ada problem atau memang ada gejala kegagalan dalam penerapan sejumlah kebijakan.

“Pencabutan subsidi itu adalah langkah potong kompas. Artinya kegagalan pemerintah dalam memajukan ekonomi itu harus ditanggung oleh rakyat,” jelasnya

Meski demikian, Sartono meminta pemerintah harus lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan, karena sekarang hampir semua rakyat kecil baik untuk kebutuhan rumah tangga serta usaha kecil mereka rata-rata menggunakan gas 3 kg.

“Seharusnya Pemerintah melakukan pengetatan atau pendataan ulang terkait penerima gas elpiji 3 kg,” tegasnya politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, Kementerian ESDM akan mencabut subsidi Elpiji 3 kg mulai semester II 2020. Nantinya, harga jual ‘gas melon’ ini akan disesuaikan dengan harga pasar.

Jika rencana ini direalisasikan, maka diperkirakan harga elpiji 3 kg bisa mencapai Rp 35.000 per tabung, naik signifikan ketimbang harga saat ini yang berkisar Rp 18.000 sampai Rp 21.000.

Sebagai gantinya, pemerintah akan melakukan program penyaluran subsidi elpiji 3 kg secara tertutup kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga mereka tetap mendapatkan harga ‘spesial’. Subsidi kepada masyarakat kurang mampu ini akan diberikan langsung dengan cara ditransfer.

“Kami sedang lakukan persiapan bagaimana berikan subsidi langsung ke masyarakat, mudah-mudahan pertengahan tahun bisa diterapkan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, Selasa (14/1/2020).

Berdasarkan survei Kementerian ESDM, rata-rata masyarakat kurang mampu menggunakan 2-3 tabung gas Elpiji 3 kg per bulannya. Dengan begitu, nantinya pembelian tabung keempat dan seterusnya oleh masyarakat miskin tak lagi disubsidi.

“Misalnya dia beli 3 tabung subsidi Rp 100.000 dan bank transfer ke nomor ini (penerima). Nanti bisa dicek rata-rata kebutuhan orang miskin 3 tabung. Kalau beli lebih dari 3 tabung bisa kelihatan berhak atau nggak,” jelas Djoko Siswanto.

Dengan kebijakan ini, diharapkan subsidi Elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran karena menyasar langsung kepada penerima manfaatnya yaitu masyarakat kurang mampu.

Sedangkan mereka yang tidak berhak mendapatkan subsidi akan membayar sesuai harga pasar sekitar Rp 35.000 per tabungnya. Diperkirakan konsumsi Elpiji 3 kg bisa berkurang karena masyarakat mampu beralih ke tabung yang lebih besar lagi karena harga per kg yang sama.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed