oleh

KAMMI Harap, Pemerintah Desak Freeport Bayar kerusakan Lingkungan Yang Diperbuat

RadarKotaNews – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengapresiasi kebijakan divestasi saham 51 persen PT. Freeport Indonesia oleh pemerintah RI.

Namun, KAMMI meminta pemerintah mendesak Freeport membayar kerusakan lingkungan yang telah diperbuat.

“Saya percaya pemerintah juga tau soal kerusakan lingkungan itu. meskipun saya tidak tau jumlah pastinya, tetapi beberapa pengamat mengatakan jika diangkakan mencapai lima Milyar Dolar, ini kan jumlah yang besar sekali,” kata Ketua Umum KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi dalam keterangan kepada wartawan, Senin (16/7/18).

Irfan meminta agar pemerintah terus mengupayakan pembayaran lingkungan ini, tidak hanya berpuas diri dengan mendapatkan divestasi sahan 51 persen.

“Jadi itu harus dikejar pemerintah, Freeport harus dipaksa bayar. Jangan sampai mereka gak bayar tetapi justru kita yang menanggung karena sudah memilihi saham yang lumayan banyak, ini kan nggak masuk akal,” kata dia.

Selain itu, KAMMI juga meminta agar pekerja lokal, khususnya masyarakat asli Papua dilibatkan dalam proses pengelolaan Freeport. Tujuannya agar masyarakat Papua tidak merasa asing di tanahnya sendiri.

“Selama ini warga Mimika berontak kan karena mereka merasa tidak dipedulikan oleh Freeport, padahal tambang itu berada di tanah mereka.” tukasnya.(meli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed