Kadis Djai Diduga Hanya Menjadi Boneka Di PUPR Sula, Ada ‘King’ Lain Yang Stell Keadaan

Ilustrasi

RadarKotaNews, Malut - Umpama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR adalah sebuah Istana, maka Plt. Kepala Dinas (Kadis) Djainudin Umaternate bukanlah satu-satunya Raja (King-red) yang berkuasa di Istana tersebut, ada Raja lainnya, yang disinyalir mempunyai kewenangan dan pengaruh yang lebih kuat dibanding dirinya.

Hal diatas untuk menggambarkan kondisi yang ada di Dinas PUPR Pemda Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara.

Infomasi yang beredar dikalangan terbatas, bahwa untuk pengurusan pencairan/SPM (Surat Perintah Membayar) di Dinas PUPR, tandatangan Kadis, PPK dan Bendahara sebagaimana diatur dalam dokumen tidak mutlak, ada satu hal lagi yang menjadi syarat penting yang harus diperhatikan pihak rekanan/kontraktor, yakni ’memo’ dari mantan Kadis PUPR Syamsul Bahri Soamole yang saat ini menjabat sebagai Kasubag Keuangan dan Perencanaan Dinas PUPR Pemda Kepsul.

”Meski tidak tertera dalam dokumen SPM namun memo dari pak syamsul menjadi syarat mutlak untuk mengurus pencairan di PUPR”, ungkap salah satu kontraktor yang minta identitasnya disamarkan. Minggu (31/7).

Dirinya melanjutkan, meski belum memahami apa maksud dari kebiasaan baru yang diberlakukan di dinas tersebut, namun dirinya sudah bisa menggambarkan bahwa hal tersebut bisa saja menghambat jalannya pekerjaan.

Plt. Kadis PUPR Djainudin Umaternate yang coba dihubungi awak media RadarKotaNews melalui sambungan telepon di nomor +62 813-5577-XXXX tidak memberikan tanggapan apapun, padahal pesan yang dikirimkan awak media kami tersampaikan.

Usut punya usut, ternyata kebiasaan baru terkait pengurusan pencairan di dinas PUPR Pemda Sula diduga atas perintah Bupati Kepsul Fifian Adeningsi Mus, namun titah Bupati Fifian ini diduga keras atas tekanan dari orang dekat dilingkaran beliau berinisial ’K’.

Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, Oknum Ring-1 Bupati inisial ’K’ tadi selain mempunya hubungan kekeluargaan dengan Syamsul Bahri Soamole, diduga dirinya juga berhutang budi, saat tertimpa kasus di Ternate, Syamsul membantunya, saat itu Syamsul masih menjabat sebagai Plt. Kadis PUPR Sula.

Sampai berita ini ditayangkan, awak media kami terus meminta konfirmasi dan tanggapan dari pihak terkait.(RL)

Penulis:

Baca Juga